Sekjen PBB mengapresiasi sikap Novel Bamukmin yang telah secara jantan memutuskan untuk mengundurkan diri dari partai.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 14 Maret 2019 - 12:51 WIB
WowKeren - Novel Bamukmin telah resmi mengundurkan diri dari Partai Bulan Bintang (PBB) pada Rabu (13/3). Ia mengaku kecewa lantaran partai yang dinahkodai oleh Yusril Ihza Mahendra tersebut memutuskan untuk mendukung Paslon 01 yang dianggapnya sebagai penista agama.
Sekretaris Jenderal PBB Afriansyah Ferry Noor memandang bahwa sikap Novel tersebut jauh lebih baik daripada terus menetap di PBB. Menurutnya, jika Novel tetap berada di PBB justru bisa menjadi duri dalam daging yang hanya akan menghambat pembangunan partai.
"Itu lebih bagus ketimbang dia berada di dalam tubuh Partai Bulan Bintang," kata Ferry dilansir dari Detik pada Kamis (14/3). "Menjadi duri-duri yang bisa menghambat pertumbuhan Partai Bulan Bintang."
Novel sebagai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak setuju dengan keputusan partai yang melabuhkan dukungannya untuk Jokowi-Ma'ruf. Dikatakan Ferry, kekecewaan inilah yang membuat Novel marah dan ingin meninggalkan partai tersebut. Bahkan, Novel juga sempat mengancam akan menenggelamkan PBB.
"Ketika partai memutuskan dukung Jokowi, dia kecewa," tutur Ferry. "Kekecewaan ini yang membuat dia marah dan ingin keluar dari PBB bahkan mengancam ingin menenggelamkan PBB."
Ferry secara terang-terangan memuji sikap Novel yang secara berani mengambil keputusan tersebut. "Saya mengangkat jempol dan salut kepada Novel Bamukmin yang secara jantan telah mundur dari PBB," ucap Ferry.
Ferry yakin bahwa Novel tidak akan bisa terpilih untuk lolos ke DPRD DKI Jakarta. Sebab menurutnya, upaya mengalihkan suara dari partai satu ke partai lain adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Diketahui, Novel kini telah mengalihkan dukungannya ke Gerindra.
"Saya rasa dia tidak akan pernah terpilih karena dia tidak mensosialisasikan diri," tegas Ferry. "Ya nggak bisa lah (suara partai pindah), ngawur aja. Mana bisa suara partai dipindahkan ke partai lain. Kita lihat saja apakah ada yang mencoblos nama dia."
(wk/zodi)