Tak sedikit tokoh agama maupun aktivis yang menilai bahwa anggaran sebesar itu kurang efektif jika hanya dipakai untuk melangsungkan acara sesaat.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 16 Maret 2019 - 16:55 WIB
WowKeren - Sejumlah tokoh agama dan aktivis melontarkan kritik terkait rencana Apel Kebangsaan "Kita Merah Putih" yang akan digelar pada MInggu (17/3). Kabarnya, acara tersebut memakai dana APBD hingga Rp 18 miliar.
Salah satu aktivis Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Setyawan Budi menyayangkan apabila dana sebesar itu hanya digunakan untuk melangsungkan kegiatan sesaat. "Sangat disayangkan apabila anggaran sebesar Rp 18 miliar digunakan untuk kegiatan sesaat di satu tempat," ujar Budi dilansir dari CNN Indonesia, sabtu (16/3).
Tak hanya Budi, Peneliti Senior ELSA Tedi Kholiludin juga mengatakan bahwa pembiayaan sebesar Rp 18 miliar hanya mengejar kesan glamor. Ironisnya, kegiatan itu belum tentu mampu menyelesaikan masalah yang mendasar di masyarakat.
"Model-model kegiatan yang selebratif itu, meski mungkin gemerlap secara kuantitas," kata Tedi. "Tetapi kerap tak menyelesaikan masalah mendasar yang ada."
Terkait tudingan ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo angkat bicara. Ia menegaskan bahwa pihaknya sangat transparan mengenai pembiayaan itu sehingga siapapun dapat melihat. Ia mengingatkan bahwa anggaran yang diperlukan besar karena memang dalam acara tersebut akan menghadirkan seluruh rakyat Jawa Tengah.
"Kami sangat transparan, maka siapapun bisa melihat," kata Ganjar di Semarang, Jumat (15/3). "Soal tidak sepakat dengan jumlah 'monggo', tapi kami harus menghadirkan seluruh masyarakat di Jawa Tengah."
Ia menepis anggapan yang menilai bahwa anggaran tersebut bersifat koruptif. Sebab menurutnya, Jawa Tengah adalah salah satu daerah yang sangat transparan dalam pengelolaan dananya.
"Kalau kami mau sembunyi sembunyi, gak, kami buka kok," tegas Ganjar. "Makanya semua orang bisa buka, itu hebatnya (transparansi) Jawa Tengah."
Ia mengatakan bahwa dirinya tidak masalah jika ada pihak yang tak sepakat dengan jumlah anggaran itu. Oleh sebab itu, ia bersedia memberikan secara gamblang terkait penggunaan dana tersebut. "Soal tidak sepakat jumlah anggaran gak apa-apa, tapi kita bisa jelaskan," imbuh Ganjar.
Adapun tujuan dirinya menggelar apel tersebut adalah untuk menghindarkan rakyat Jawa Tengah dari ancaman perpecahan menjelang Pemilu. Oleh sebab itu, acara ini tidak ada hubungannya dengan mendukung salah satu Paslon.
"Justru menjelang pemilu, kami tidak mau Jawa Tengah dirobek-robek, maka kita menghadirkan semua orang," tegas Ganjar. "Kalau ada orang marah-marah ini kampanye terselubung, lho yang mana (dukungan) Capres tertentu."
(wk/zodi)