Beli Mobdin Rp 1,9 Miliar Meski Daerah Miskin, Bupati Pandeglang: Enggak Boleh Ya Balikin Lagi
Instagram/irnadimyati
Nasional

Mengaku enjoy saja pakai mobil pribadi, Bupati Irna janji tak pakai mobil dinas miliaran Rupiah jika masyarakat tak menghendaki.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan pembelian mobil dinas Bupati Pandeglang. Meski masih masuk dalam kategori kabupaten miskin, namun pemerintah setempat diketahui membeli mobil dinas senilai Rp 1,9 miliar.

Kritikan pedas disampaikan sejumlah pihak terkait pembelian mobil keluaran Land Cruiser Prado itu. Kendati demikian, pemerintah Kabupaten Pandeglang menjelaskan jika pembelian mobil tersebut sudah sesuai anggaran dan disesuaikan dengan kondisi geografis Pandeglang.


Lama tak buka suara, Bupati Pandeglang, Irna Narulita akhirnya berikan tanggapan soal kritikan itu. Mengaku mendapatkan banyak kritikan termasuk dari masyarakat, Irna janji tidak akan menggunakan mobil dinas senilai miliaran Rupiha tersebut.

Sebagai gantinya, Irna menegaskan akan menggunakan mobil pribadi saja. Ia lantas menjelaskan jika pembelian mobil tersebut digunakan untuk masyarakat. Namun, jika mereka tak menghendakinya, maka tak masalah jika mobil tersebut dikembalikan saja.

"Dua tahun saya tidak pakai mobil dinas, enggak masalah buat saya. Enggak perlu karena saya bisa pakai mobil pribadi," jelas Irna seperti dilansir Detik pada Rabu (20/3). "Saya beli mobil untuk siapa? Untuk masyarakat. Kalau enggak boleh ya balikin lagi. Saya asyik-asyik saja. Bangun Pandeglang itu suatu tantangan."

Meski menerima kritikan pedas dari sejumlah pihak, Irna menjelaskan jika dirinya tak merasa sakit hati. Namun, ia mengimbau agar kritikan tersebut tak diberi bumbu politik. "Asal jangan by order janganlah, aksi silakan," pungkas Irna.

Sebelumnya, suami Irna, Dimyati Natakusumah, telah memberikan pembelaan. Pria yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Pandeglang ini menjelaskan jika pembelian mobdin senilai miliaran rupiah itu tak menyalahi aturan.

"Pandeglang itu tidak seperti di Jakarta sehingga diperlukan mobil 4WD, termasuk untuk tamu yang kadang-kadang pakai heli, pakai sedan," terang Dimyati pada Selasa (12/3). "Tapi itu mobil rakyat. Itu mobil nggak jadi milik (pribadi), itu mobil rakyat, fasilitas."

You can share this post!

Related Posts
Loading...