KNKT Tegaskan Rekaman CVR Yang Bocor di Media Tak Sesuai Percakapan Asli
Nasional

KNKT menilai bahwa isi rekaman yang beredar tak lebih dari opini orang yang dibuat seolah-olah menjadi rekaman percakapan.

WowKeren - Tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang bertolak dari Jakarta ke Pangkalpinang masih membekas hingga saat ini. Penyebab jatuhnya pesawat pun juga masih menjadi teka-teki. Hasil investigasi terbaru menyatakan bahwa sempat terjadi percakapan antar pilot sebelum pesawat mengalami kecelakaan.

Dari rekaman tersebut, diketahui bahwa pilot sedang menjalani ujian ketika pesawat hendak jatuh. Dalam rekaman percakapan digambarkan bahwa pilot bersusah payah untuk mencari petunjuk di buku panduan untuk mengatasi kondisi pesawat yang tiba-tiba menukik.


Terkait hal ini, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memberikan bantahan. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menegaskan bahwa isi rekaman yang beredar di media pemberitaan tidak sesuai dengan isi percakapan sesungguhnya.

"Isi rekaman tak sama dengan apa yang beredar di media," ujar Soerjanto melalui keterangan tertulis, Kamis (21/3). "Sehingga menurut KNKT isi berita itu opini seseorang atau beberapa orang yang kemudian dibuat seolah-olah seperti isi CVR."

Soerjanto melanjutkan bahwa rekaman tersebut hanya memuat percakapan yang terjadi selama penerbangan JT-610. Sedangkan rekaman percakapan yang terjadi pada penerbangan sebelumnya, Denpasar-Jakarta, sudah tidak ada lagi dalam CVR. "Penerbangan JT043 sudah terhapus (overwritten) sehingga sudah tidak ada di CVR," imbuh Soerjanto.

Diketahui, pesawat Lion Air yang jatuh di perairan Karawang menggunakan armada jenis Boeing 737 MAX 8. Oleh sebab itu untuk melanjutkan proses investigasi kecelakaan, KNKT telah melakukan kunjungan ke Boeing. KNKT akan melakukan rekonstruksi penerbangan JT-610 dengan menggunakan engineering simulator.

"KNKT juga sudah berdiskusi dengan Boeing dan FAA (Federal Aviation Administration)," lanjut Soerjanto. "Terkait sistem MCAS (Manuvering Characteristic Augmentation System) dan approval yang diberikan oleh FAA."

Terkait kecelakaan yang menimpa Ethiopian Airlines, KNKT menawarkan untuk bekerjasama dengan pemerintah Ethiopia. Pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh belum lama ini disebut-sebut memiliki kemiripan dengan jenis pesawat Lion Air yang jatuh di Karawang.

Meski demikian, Soerjanto enggan untuk memberikan komentar lebih lanjut. "Kami tak dapat memberikan komentar tentang ada atau tidaknya kemiripan kecelakaan ET302 dengan JT610," pungkasnya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...