TKN Jokowi menilai pernyataan Amien soal jin di Hotel Borobudur sama saja membongkar rahasia kemenangan SBY di 2009.
- Silmi Amalia Fidareni
- Rabu, 27 Maret 2019 - 11:22 WIB
WowKeren - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, mengusulkan perhitungan suara Pemilu tak dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta. Pasalnya, ia khawatir terkait adanya kecurangan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang diibaratkannya sebagai jin dan genderuwo.
Cepat memberikan tanggapan, pihak manajemen Hotel Borobudur membantah pernyataan Amien. Mereka bahkan tengah merundingkan apakah pernyataan Amien tersebut termasuk pencemaran nama baik.
"Kami menolak dengan tegas pernyataan yang tidak berdasar tersebut," kata Marketing Communications Manager Hotel Borobudur, Rizki Permata Sari dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (27/3). "Manajemen akan membahas apakah pernyataan personal ini termasuk pencemaran nama baik. Sampai saat ini kami hanya menegaskan bahwa apa yang disampaikan Pak Amien Rais tentu tidak berdasar."
Di sisi lain, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin justru memberikan fakta mengejutkan terkait dengan usulan Amien Rais. Pihak TKN menyebut jika Amien sama saja dengan membongkar rahasia mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.
Anggota TKN, Inas Nasrullah, menjelaskan jika kemenangan Jokowi-Jusuf Kalla pada tahun 2014 lalu didapatkan usai menghitung suara di Kantor KPU. "Apabila kita menggunakan asumsi tahayul Amien Rais, maka kemenangan Jokowi-JK pada saat itu sama sekali tidak ada campur tangan dari jin dan genderuwo maupun hacker, alias bersih bukan?" tutur Inas pada Rabu (27/3).
Sementara itu, pada saat kemenangan SBY-Budiono pada Pemilu 2009 lalu, perhitungan suara dilakukan di Hotel Borobudur. Mengungkit peristiwa tersebut, Inas juga menyebut pada saat itu PAN berada dalam koalisi pengusung SBY-Budiono. "Wah! Ini berarti bahwa Amien Rais membuka rahasia bahwa kemenangan SBY pada saat itu dibantu oleh jin, genderuwo dan hacker! Karena hasil perhitungan suara kemenangan SBY-Budiono bisa mencapai 60,8 persen pada saat itu!" pungkas Inas.
Sebelumnya, Amien menyatakan menolak keras perhitungan suara Pemilu dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta. "Besok perhitungan hasil pemilu jangan pernah di Hotel Borobudur. Mereka banyak jin, banyak genderuwo di sana," ujar Amien di gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Selasa (26/3) kemarin.
(wk/silm)