TKN tak mau menanggapi serius pernyataan Rocky Gerung yang menilai Jokowi bisa dijerat UU Terorisme karena belum mewujudkan mobil Esemka.
- Silmi Amalia Fidareni
- Kamis, 28 Maret 2019 - 12:58 WIB
WowKeren - UU Terorisme menjadi bahasan panas akhir-akhir ini. Pasalnya, Menkopolhukam, Wiranto, mengajukan UU tersebut untuk menjerat beberapa kriteria. Setelah mengajukan ide menjerat penyebar hoaks dengan UU Terorisme, Wiranto kini mengusulkan UU yang sama untuk menjerat pengajak golput.
Pendapat Wiranto ini mengundang tanggapan dari aktivis dan pengajar filsafat, Rocky Gerung. Rocky menilai jika usulan tersebut benar-benar diberlakukan, maka Presiden Joko Widodo alias Jokowi bisa ikut terjerat UU tersebut.
Sebab, Rocky menilai bahwa selama ini Jokowi sudah banyak membuat hoaks. Salah satunya hoaks terkait Esemka.
"Kalau sekarang dipakai undang-undang terorisme, siapa pembuat hoaks terbaik dan terbanyak, ya presiden," ujar Rocky saat hadir dalam program Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne pada Selasa (26/3). "Dari awal presiden telah bikin hoaks tentang Esemka maka perlakukan undang-undang terorisme pertama pada presiden."
Rocky juga menyinggung calon wakil presiden 01, Ma'ruf Amin. Senada dengan Jokowi, Ma'ruf pernah mengaminkan ide mobil Esemka ini. Untuk itu, Rocky menilai Ma'ruf juga bisa dijerat dengan UU Terorisme.
"Siapa lagi yang kena selain presiden?" tanya Rocky. "Ya Pak Ma'ruf Amin yang juga mengaminkan akan ada produksi Esemka bulan Oktober lalu."
Memberikan respon cepat, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi mementahkan pernyataan Rocky. Juru Bicara TKN, Raja Juli Antoni menyindir Rocky hanya tengah melawak. Ia juga menyebut Rocky hanya tengah menghibur rival Pilpres Jokowi, Prabowo Subianto.
"Rocky Gerung sedang berusaha melucu. Menghibur para pendukung Pak Prabowo yang galau karena segala cara sudah dilakukan tapi masih kalah jauh dari Pak Jokowi," ungkap Antoni seperti dilansir CNN Indonesia pada Kamis (28/3). "Jadi biarkan saja Rocky bermain sirkus kata-kata, mudah-mudah menenangkan hati pendukung Pak Prabowo sehingga mereka bisa terima kekalahan dengan tersenyum."
(wk/silm)