Garuda Gelar Pertemuan dengan Boeing, Tak Jadi Rugi Rp 364 M Batalkan Pesanan B737 MAX 8?
/00250605
Nasional

Sebelumnya, Garuda mengaku terpaksa akan membatalkan pesanan pesawat Boeing 737 MAX 8 yang banyak menimbulkan kecelakaan.

WowKeren - Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia akhirnya menggelar pertemuan dengan pihak Perusahaan Boeing. Pertemuan singkat yang hanya berlangsung 60 menit itu membahas mengenai kelangsungan kerja sama mereka.

Seperti diketahui, Garuda berniat untuk membatalkan sisa pesanan pesawat Boeing 737 MAX 8. Garuda sebelumnya sudah memesan 50 unit, sementara satu buah unit pesawat sudah tiba di Indonesia. Pembatalan tersebut terkait dengan kecelakaan Lion Air JT 610 dan juga Ethiopian Airlines yang menggunakan pesawat dengan jenis sama, yakni Boeing 737 MAX 8.

"Kami sendiri sudah kirim surat ke McAllister (bos Boeing) kalau kami nyatakan untuk cancel 49 unit," ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra di Plaza Indonesia pada Kamis (21/3). Lebih jauh, Dirut Garuda yang akrab disapa Ari ini menjelaskan jika banyak penumpang sudah tak percaya menaiki pesawat keluaran Boeing tersebut.

Jika benar dibatalkan, maskapai Garuda bisa saja rugi kehilangan uang tanda jadi. Diketahui, Garuda sudah membayarkan sebanyak Rp 364 miliar ke pihak Boieng.


Kendati demikian, pembatalan tersebut kemungkinan tak terjadi. Dalam pertemuan tertutup yang digelar pada Kamis (28/3) kemarin, Garuda dan Boeing sepakat untuk melakukan pembahasan bersama demi mencari solusi yang terbaik.

"Tanggapan mereka positif. Kami akan melakukan pertemuan lanjutan pada akhir April untuk mencari win win solution untuk kedua belah pihak," terang Ari dilansir Bisnis pada Jumat (29/3). Ari menjelaskan jika pihak Garuda tetap mempercayai Boeing. Namun, keselamatan penumpang dirasa lebih penting.

Untuk itu, Garuda menawarkan solusi agar Boeing kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat. "Kami juga menawarkan masukan kepada Boeing untuk memfasilitasi pertemuan dengan regulator dan memberikan masukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat," tambah Ari.

Penggunaan pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 ini memang menuai kontroversi. Pesawat tersebut digunakan oleh penerbangan Lion Air JT 610 PK-LQP yang jatuh pada 29 Oktober 2018 lalu.

Tak hanya pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang itu saja, kecelakaan pesawat yang menimpa Ethiopian Airlines pada 10 Maret yang lalu juga menggunakan jenis pesawat Boeing 737 MAX 8.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait