Sandiaga mengatakan bahwa dirinya belum mendengar secara langsung rencana tersebut dari Hashim sebab saat ini ia masih fokus untuk memenangkan Pilpres.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 02 April 2019 - 10:41 WIB
WowKeren - Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo, mengumumkan jatah kursi menteri jika Prabowo menang Pilpres nanti. Hashim menyebut nantinya Partai Amanat Nasional (PAN) akan mendapat sebanyak tujuh kursi dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan mendapat enam kursi.
Menanggapi hal ini, Sandiaga ikut buka suara. Ia mengaku bahwa dirinya belum mendengar rencana tersebut secara langsung. Meski demikian, ia yakin bahwa maksud Hashim sebenarnya tidak seperti yang telah diberitakan oleh awak media. Ia menegaskan bahwa pihak BPN saat ini masih fokus untuk memenangkan Pemilu.
"Saya belum mendengar pernyataan langsung Pak Hashim," kata Sandiaga di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/4). "Tapi saya yakin maksud Pak Hasyim tidak seperti yang diberitakan media. Sebab, di kami saat ini masih fokus pada pemenangan."
Menurut Sandiaga, bekerja untuk membangun bangsa tidak bisa dilakukan oleh seorang diri melainkan perlu adanya kerja sama di banyak pihak. Untuk itu, jika ia dan Prabowo berhasil memenangkan Pilpres, maka sebagai pemimpin ia akan memilih putra-putri terbaik bangsa untuk mengisi bangku kementerian.
Kandidat yang akan mengisi kabinet tersebut tak harus berasal dari kader partai namun bisa juga nonpartai. Sebab yang paling penting menurutnya adalah mereka bisa berpihak pada rakyat.
"Insyaallah kami akan pilih putra-putri terbaik bangsa untuk mengisi kabinet," jelas Sandiaga. "Bisa dari kader partai, maupun non kader partai. Yang terpenting ahli di bidangnya, punya dan berpihak pada rakyat."
Bukan hanya itu, tidak menutup kemungkinan Prabowo-Sandiaga akan mengambil menteri-menteri dari pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi yang memang sudah terbukti ahli di bidangnya. Selama menteri tersebut bersih dari korupsi dan bisa menunjukkan keberpihakan pada rakyat, maka Sandiaga tak akan ragu untuk bekerja sama dengan mereka.
"Kalau memang bagus, tidak korupsi," tutur Sandiaga. "Meskipun berbeda haluan politik, asalkan berpihak pada rakyat, kenapa tidak kita bekerja sama membangun bangsa?"
Sandiaga menegaskan bahwa perjuangan yang ia lakukan bersama Prabowo bukan hanya untuk partai koalisi saja namun lebih untuk membangun Indonesia. "Perjuangan ini bukan tentang Prabowo, Sandi, atau partai partai pendukung. Ini perjuangan rakyat Indonesia," tegas Sandiaga.
(wk/zodi)