KPPAD sebelumnya dirumorkan menyarankan agar Audrey dan para pelaku penganiayaan terhadap dirinya damai. Audrey juga dirumorkan mendapatkan kekerasan pada organ vitalnya.
- Silmi Amalia Fidareni
- Rabu, 10 April 2019 - 14:34 WIB
WowKeren - Penganiayaan yang menimpa siswa SMP di Pontianak bernama Audrey tengah jadi bahasan panas. Audrey diketahui merupakan korban kekerasan yang dilakukan oleh 12 siswa SMA. Motif penganiayaan tersebut dikabarkan terjadi lantaran alasan asmara.
Akibat kasus ini, netizen dunia maya mengecam kekerasan yang menimpa Audrey. Tagar #JusticeForAudrey dengan cepat memuncaki trending topic Twitter Indonesia dan bahkan beranjak menjadi nomor satu dunia.
Di sisi lain, kabar viral mengenai penganiayaan Audrey ini seolah simpang siur. Kabar yang beredar di media sosial menyebutkan jika Audrey menerima penganiayaan pada organ vitalnya. Selain itu, beredar pula kabar mengenai Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah ( KPPAD) Kalimantan Barat yang menyarankan agar Audrey dan pelaku kekerasan berdamai.
Akan tetapi, dua kabar tersebut dibantah oleh pihak terkait. Polisi menerangkan jika tidak ada penganiayaan organ vital pada korban bernama Audrey.
"Tidak ada colok (organ vital). Karena korban pakai celana panjang kulot," terang Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Husni Ramli, dilansir Kompas pada Rabu (10/4). "Sudah membaik kondisinya. Semoga segera pulih, sehingga jika diperlukan bisa langsung dimintai keterangan."
Sementara itu, pihak KPPAD juga memberikan bantahan telah mengusulkan jalur damai untuk Audrey dan para pelaku kekerasan terhadap dirinya. Untuk itu, pihaknya mengaku melaporkan akun Twitter @zianafazura kepada Polda Kalimantan Barat.
KPPAD menilai akun yang menebarkan tagar #JusticeForAudrey tersebut sudah memancing reaksi yang menyudutkan KPPAD. "Kami menilai, akun (Ziana Fazura) itu semakin memperuncing masalah. Dan membelokkan statement-statement kami sebagai pelindung anak-anak Kalbar," terang Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati Ishak, di Kantor KPPAD Kalbar.
KPPAD lebih lanjut menyatakan jika akun Twitter tersebut merupakan milik anonim. "Sudah kami coba telusuri. Akun itu bodong atau anonim, bukan akun sungguhan," ujar Eka.
Dari awal niatnya kita (saya dan banyak pihak) ingin mengawal kasus Audrey mendapatkan keadilan.
— #JusticeForAudrey (@zianafazura) April 10, 2019
Untuk kasus saya, biarlah orang-orang berkompeten yang bersuara. 🙏 Allah Maha Adil dan saya percaya hal buruk selalu ada hikmahnya.#JusticeForAudreyhttps://t.co/k01DNxtLgZ
Sementara itu, terlihat berbagai dukungan diberikan warganet untuk akun Twitter @zianafazura. Pemilik akun tersebut juga mengaku siap menjelaskan duduk perkara kasusnya. Ia menjelaskan dari awal hanya berniat untk mengawal kasus kekerasan yang menimpa Audrey.
(wk/silm)