PPLN Osaka Sebut Ahok yang Marah-Marah Saat Nyoblos Hanya Salah Paham
Instagram/basukibtp
Nasional

Ketua PPLN Osaka Anung Wibowo menjelaskan bahwa insiden terjadi hanya karena salah paham sehingga tak berselang lama suasana pencoblosan bisa dikondisikan kembali.

WowKeren - Sejumlah WNI di luar Indonesia yang ada di negara lain turut memeriahkan pesta demokrasi dengan memanfaatkan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersedia di masing-masing negara. Salah satunya mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa Ahok sempat marah-marah saat akan menyoblos di Osaka, Jepang. Ia tak terima lantaran merasa gilirannya untuk memilih diserobot oleh WNI yang belum tercatat sebagai Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).


Terkait hal ini, pihak Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) memberikan penjelasan. Ketua PPLN Anung Wibowo mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman. Anung menuturkan bahwa sebelumnya Ahok sudah mengantre namun ia terpaksa pindah tempat karena massa yang meminta foto. Sekembalinya ke barisan antrean sebelumnya, Ahok dikira menyerobot sehingga ia tak terima.

"Itu salah paham saja, jadi tadinya kan Pak Ahok sudah antre, tapi dia harus pindah tempat karena banyak massa yang minta foto," tutur Anung dilansir dari Detik, Senin (15/4). "Terus ketika beliau kembali ke antrean lagi, dikirain nyelak gitu, terus Pak Ahok nggak terima."

Salah paham tersebut hanya terjadi sebentar saja. Anung mengatakan bahwa tak berselang lama setelah cekcok, suasana pencoblosan bisa kembali dikondisikan.

"Itu juga ngobrol-ngobrol aja, cuma karena sama-sama ngomongnya keras, sama orang-orang Makassar, sedikit panas," jelas Anung. "Itu juga sebentar nggak sampai 5 menit sudah selesai urusannya."

Untuk bisa menggunakan hak suaranya ketika berada di luar negeri, Ahok sudah terdaftar ke dalam DPTb. Anung menegaskan bahwa pihaknya memperlakukan semua WNI dengan semestinya.

"Memang beliau benar nyoblos, beliau terdaftar sebagai DPTb, semua kita sama, kita layani dengan baik, sama semua WNI, kami layani dengan baik, kita layani sebagai semestinya," terang Anung. "Cuma salah paham sedikit aja, cuma yang di sosmed melihatnya apa, tapi nggak sampai 15 menit sudah smooth lagi."

You can share this post!

Related Posts
Loading...