Vicky Prasetyo Alami Gangguan Psikologis Gara-Gara Kebanyakan Gimmick?
Instagram/vickyprasetyo777
Selebriti

Vicky Prasetyo dikenal sebagai artis yang penuh sensasi kehidupan asmara. Ahli Psikologi Tika Bisono yang melihat fenomena artis pacaran settingan ini menganggap mereka mengalami kecenderungan gangguan psikologis.

WowKeren - Sosok Vicky Prasetyo dikenal sebagai artis yang sering membuat sensai mengenai kehidupan asmaranya. Seperti diketahui, nama Vicky mulai populer di industri hiburan sejak batal bertunangan dengan pendangdut Zaskia Gotik.

Bukan hanya itu saja, rumah tangga Vicky dengan Angel Lelga bahkan sempat menjadi sorotan berkat aksi penggerebekan ke kediaman sang istri. Yang terbaru, mengenai kandasnya hubungan asmara Vicky dengan penyanyi Anggia Chan.


Namun pihak Anggia mengungkapkan jika jalinan cintanya dengan Vicky hanya settingan. Ia juga mengaku rugi rugi puluhan juta saat mau-maunya menerima tawaran Vicky untuk melakukan kebohongan.

"Enggak pacaran, itu kebohongan semua kok. (Persembahan cinta) itu juga kebohongan, semuanya kebohongan," kata Anggia dalam wawancara pada 12 April lalu "Pokoknya semua yang dikatakan sama Vicky itu tidak ada yang real."

Ahli Psikologi Tika Bisono yang melihat fenomena artis pacaran settingan tersebut menganggap mereka mengalami kecenderungan gangguan psikologis. Kencenderungan itu dinamakan perilaku eksibionistik, yang ingin selalu memamerkan diri.

"Di sosiologi sebutnya perilaku eksibionistik," jelas Tika, dilansir OkeCelebrity pada Sabtu (20/4). "Kecenderungan untuk memamerkan diri dalam konteks yang pastinya enggak proposional dan ada kepentingan."

"Gua dong di perhatikan dan yang penting ada pengakuan dari orang lain atas keberadaan dia," " kata Tika mencontohkan. "Tapi enggak mikir kualitas. Itu kan yang mereka lakukan, dibayar dan mau dibayar untuk sebuah hal yang sebenarnya enggak penting."

Namun Tika belum bisa memastikan apakah Vicky memiliki kecenderungan gangguan psikologi. Ia pun menyarankan agar orang-orang di sekitar pria berusia 35 tahun itu dapat saling mengingatkan.

"Belum ada assesment sampai akhirnya memastikan jika dia terbukti mengalami hal itu. Karena harus tahu seperti apa pola asuh, bagaimana ia dibesarkan dan latar belakang pendidikan," jelas Tika. "Tapi, ada baiknya kecenderungan akan perilaku tersebut bisa dihindari dengan seseorang itu diingatkan. Karena apa yang dilakukan adalah tanpa sadar dan kalau tidak cepat diatasi bisa berdampak pada bunuh diri."

Lantas apa yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan exhibitionism? Tika menjelaskan jika seseorang yang awalnya tidak disorot namun kemudian mendapat perhatian lebih dan berangsur menghilang, berakibat memiliki kecenderungan gangguan exhibitionism.

"Dari yang awalnya tidak disorot, kemudian dapat perhatian dan lama-lama hilang, itu dampaknya buruk," pungkas Tika. "Maka harus ada konseling kepada dia untuk membangkitkan kemampuan yang sebenarnya dimiliki, dan bukan sensasi."

You can share this post!

Related Posts
Loading...