Fadli Zon Ungkap Alasan BPN Rahasiakan Lokasi Penghitungan Real Count, Ternyata Takut Pada Sosok Ini
Instagram/fadlizon
Nasional

Penghitungan rekapitulasi suara yang dilakukan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memang sengaja dilakukan di lokasi yang tak mudah diakses.

WowKeren - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaku terus melakukan real count internal Pilpres 2019. Namun, penghitungan suara tersebut sengaja dilakukan di lokasi yang tak mudah diakses.

Anggota Dewan Pengarah BPN, Fadli Zon, mengaku bahwa lokasi rekapitulasi suara mereka berpindah-pindah. Hal tersebut dilakukan demi menjamin keamanan tempat rekapitulasi.


"Ada di beberapa tempat, di Kertanegara ada, di DPP ada pengumpulan-pengumpulan C1 dan bukti-bukti," tutur Fadli di Kompleks Parlemen Senayan pada Rabu (24/4). "Salah satu alasannya security, karena itu berpindah-pindah."

Ternyata, BPN Prabowo-Sandi takut kepada sosok hacker alias peretas, sehingga mereka memilih untuk tak memberitahu lokasi penghitungan suara tersebut. Fadli pun menyebut bahwa ia sanggup menyediakan data berupa foto untuk membuktikan bahwa BPN benar-benar melakukan penghitungan real count.

"Begitu Anda kasih tahu di mana langsung itu dihack, langsung itu diretas. Itu terjadi berkali-kali," ungkap Fadli. "Kita gampang. Saya bisa kasih Anda kalau untuk kebutuhan foto, ada orang lagi kerja, itu banyak. Di beberapa tempat."

Tak hanya itu, Fadli juga mengaku bahwa BPN Prabowo-Sandi akan membuka hasil proses rekapitulasi suara mereka. Hanya saja mereka masih menunggu waktu yang tepat.

"Saya kira itu akan menjadi salah satu consideran kita," jelas Fadli. "Karena kita sangat yakin bahwa Prabowo-Sandi menang."

Hal senada juga sempat diungkapkan oleh Direktur Materi Debat BPN, Sudirman Said. Ia mengaku siap membeberkan data real count internal BPN. Namun dengan syarat para lembaga survei juga harus mau membeberkan siapa yang menjadi sumber dana mereka.

"Bila diperlukan, nanti kami siap membuka," kata Sudirman dilansir dari iNews, Selasa (23/4). "Tapi saya menantang lembaga survei yang terbukti menjadi bagian dari tim kampanye membuka siapa pendananya."

You can share this post!

Related Posts
Loading...