MUI Dukung Pembentukan Tim Pencari Fakta Usut Kematian 474 Petugas KPPS
Nasional

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin menyampaikan keprihatinan yang mendalam pada petugas Pemilu yang meninggal. Menurutnya, fenomena ini masuk kategori kejadian luar biasa.

WowKeren - Jumlah petugas KPPS yang meninggal terus bertambah. Hingga Jumat (3/5), Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat jumlah petugas yang meninggal mencapai 474 orang. Majelis Ulama Indonesia buka suara terkait fenomena ini.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mendorong dibentuk Tim Pencari Fakta untuk mengusut kasus kematian 400 lebih petugas Pemilu. Din menilai baik pihak berwajib maupun yang bertanggung jawab, perlu melakukan penyelidikan secara mendalam.

Menurut Din, fenomena ini baru terjadi pertama kali tak hanya di Indonesia namun juga dalam skala internasional. "Dapat disebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) yang belum pernah terjadi di Indonesia maupun di negara-negara lain," kata Din dalam siaran pers, Jumat (3/5).

Ia mengatakan bahwa Wantim MUI mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas musibah ini. Din juga mendoakan kesembuhan bagi petugas KPPS yang saat ini menderita sakit.


"Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban," lanjut Din. "Dan berdoa semoga Allah SWT merahmati para korban wafat dan memberi kesembuhan kepada korban sakit."

Oleh sebab itu, ia meminta agar kasus ini mendapatkan perhatian serius dari semua pihak termasuk pemerintah. Perhatian tersebut dapat dilakukan dengan langkah-langkah penanggulangan atas korban meninggal maupun pencegahan korban sakit.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie. Pria yang akrab disapa Ical itu berharap agar pemerintah mau memberikan perhatian khusus terkait kasus ini. Menurutnya, pemerintah harus menyelidiki penyebab ratusan petugas KPPS meninggal. Ia menyebut musibah ini sebagai tragedi nasional.

"Ini jumlah korban jiwa yang sangat banyak," kata Ical lewat keterangan tertulis, Jumat (3/5). "Ini tidak bisa didiamkan dan merupakan tragedi nasional."

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) merasa adanya kejanggalan di balik kematian ratusan petugas Pemilu yang meninggal. Anggota BPN Mustofa Nahrawardaya mengatakan perlu dilakukan penyelidikan lanjut apakah para petugas tersebut memang betul-betul meninggal karena kelelahan. Menurutnya, penyebab kematian mereka masih cukup misterius.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait