Dalam persidangan lanjutan yang digelar pada Selasa (7/5) di PN Jakarta Selatan, salah satu saksi yang dihadirkan adalah staf pribadi Ratna sendiri, Nur Cahaya Nainggolan.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 07 Mei 2019 - 18:18 WIB
WowKeren - Terdakwa kasus hoaks, Ratna Sarumpaet, kembali menjalani sidang lanjutannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari ini (7/5). Dalam persidangan tersebut, salah satu saksi yang dihadirkan adalah staf pribadi Ratna sendiri, Nur Cahaya Nainggolan.
Dalam kesaksiannya, Cahaya mengungkap bahwa emosi Ratna memang tidak stabil hingga sering marah-marah sebelum peristiwa kebohongan tersebut dimulai. Tak hanya itu, Cahaya juga menyebut bahwa Ratna mengkonsumsi obat anti-depresan.
"Beliau emosinya sering tidak stabil, pas saya masuk tidak seperti itu," jelas Cahaya di PN Jaksel pada Selasa (7/5). "Tapi beberapa hari ke belakang beliau suka marah-marah."
Cahaya sendiri mengetahui soal obat anti-depresan tersebut dari resep dokter yang ditemukannya. Selain itu, Cahaya juga mengaku bahwa Ratna sempat bercerita ingin melakukan tindakan bunuh diri.
"Karena saya tahu beliau pernah cerita sama saya. 'Kadang saya (Ratna) stres, mau bunuh diri'," ujar Cahaya meniru ucapan Ratna. "Kakak (Ratna) ini macam enggak punya Tuhan saja. Berkaitan dengan obat tadi, mungkin mengatasi depresinya kakak."
Hal ini lantas dikonfirmasi oleh Ratna sendiri. "Iya benar, seperti yang diceritakan (Cahaya) itu," ujar Ratna saat ditemui seusai sidang.
Di sisi lain, Cahaya sendiri mengaku merasa ikut dibohongi oleh Ratna terkait hoaks penganiayaannya. Ia bahkan sempat mengambil foto wajah lebam Ratna untuk melapor ke polisi.
"Sepulang itu saya lihat wajah kakak (Ratna) lebam-lebam saya tanya wajah kakak kenapa? Dijawab dipukul tapi sudah-sudah tak usah diperpanjang tapi saya pikir kalau dipukuli duh bahaya," jelas Cahaya. "Jadi saya coba ambil foto diam-diam tanpa sepengetahuan kakak, mana tahu ada orang ke sini saya (bisa) melapor ke polisi."
Ratna sendiri saat itu mengungkapkan kebohongan kepada stafnya sesaat sebelum konferensi pers. Cahaya mengaku salut kepada Ratna yang berani mengakui kebohongannya.
"Kalau saya tahu bohong itu saya cegah untuk bohong ke luar. Pasti saya tidak izinkan beliau ke luar, karena saya yang paling vokal," ujar Cahaya. "Tapi baru tahu jelang konpers, setelah konpers beliau tak mau keluar tapi terus saya semangati. Walau kakak sudah bohong tapi sudah mengakuinya, enggak semua orang bisa seperti kakak. Kakak sudah nangis jadi saya enggak tega lagi nanya-nanya."
(wk/Bert)