Argo juga menyampaikan bahwa dari dua bom yang ditemukan di toko telepon genggam tersebut, salah satunya telah dilakukan tindakan disposal atau diledakkan, Rabu (8/5) pukul 21.00 WIB. Satu bom lainnya, direncanakan tindakan disposal pada hari ini.
- Nur Islamiyah
- Kamis, 09 Mei 2019 - 15:35 WIB
WowKeren - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menangkap satu orang terduga teroris terkait penemuan bom di salah satu toko handphone di Bekasi kemarin, tepatnya Rabu (8/5). Pelaku atas nama Rafli diduga masih terkait jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung.
"Tersangka adalah kepala, artinya dia yang mengkoordinir dari mereka yang telah kita lakukan penangkapan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono di Bekasi, Kamis (9/5), seperti dikutip dari CNN Indonesia. Penangkapan Rafli merupakan hasil pengembangan dari penangkapan sejumlah terduga teroris di Bekasi beberapa waktu lalu.
Argo juga menyampaikan bahwa dari dua bom yang ditemukan di toko telepon genggam tersebut, salah satunya telah dilakukan tindakan disposal atau diledakkan, Rabu (8/5) pukul 21.00 WIB. Satu bom lainnya, direncanakan tindakan disposal pada hari ini.
Ia mengatakan, tim penjinak bom, laboratorium forensik (labfor), dan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan bom. "Menemukan ada beberapa yang ada kaitannya dengan bom, yakni kabel dan sudah dibawa Jibom," lanjut Argo.
Selain itu, tim Labfor mengamankan sejumlah barang yang diduga digunakan untuk meracik bom. Sementara tim Inafis, mengamankan sidik jari yang ditemukan di toko telepon genggam tersebut.
Tim Densus 88 mengamankan barang bukti berupa buku-buku tentang belajar membuat bahan peledak dan tentang internet. Terdapat pula sejumlah tulisan namun belum diketahui pasti maksud dan tujuan tulisan tersebut.
Sebelumnya, Densus 88 menangkap delapan terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung selama tiga hari. Delapan terduga teroris tersebut ditangkap di daerah yang berbeda yaitu Bitung, Tegal dan Bekasi pada Kamis (2/5), Sabtu (4/5), dan Minggu (5/5).
(wk/nris)