Sandiaga Uno Sayangkan Pernyataan Poyuono yang Usir Demokrat dari Koalisi 02
Nasional

Sandiaga sendiri mengaku akan melakukan komunikasi dengan elit Demokrat dalam waktu dekat terkait dengan isu tersebut untuk menunjukkan koalisi masih solid. 'Menurut saya koalisi masih solid,' katanya.

WowKeren - Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden nomor urut 02 menyayangkan pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono yang meminta Partai Demokrat keluar dari koalisi Indonesia Adil Makmur. Menurut Sandiaga, kalimat seperti itu tidak senada dengan bulan Ramadhan di mana seharusnya menjalin silaturahmi.

"Ini bulan suci Ramadan harus memberi pernyataan yang sejuk," ucap Sandi usai menghadiri buka puasa bersama di Depok, Jawa Barat, Jumat (10/5) kemarin, seperti dikutip dari Suara. "Kalimat seperti itu tidak senada dengan bulan Ramadan yang bulan silaturahim. Saya menyayangkan."

Sandiaga sendiri mengaku akan melakukan komunikasi dengan elit Demokrat dalam waktu dekat terkait dengan isu tersebut untuk menunjukkan koalisi masih solid. "Menurut saya koalisi masih solid," katanya.

Sebelumnya, Poyuono mempersilakan Partai Demokrat untuk mundur dari koalisi Bahkan ia menyebut bahwa sebetulnya selama ini Demokrat tidak begitu menyumbang suara yang signifikan untuk paslon 02.


"Mau mundur dari koalisi saja pake encla-mencle segala. Monggo keluar aja deh," kata Poyuono dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu (11/5). "Wong enggak Ada pengaruhnya menghasilkan suara Prabowo Sandi kok selama ini. Malah menurunkan suara lho."

Poyuono menilai bahwa gelagat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum Demokrat yang mencla-mencle disebabkan karena belum adanya jaminan hukum dari Joko Widodo. Menurut Poyuono, keluarga SBY diduga banyak terlibat kasus korupsi.

Pernyataan tersebut mendapat reaksi keras dari DPP Demokrat Jansen Sitindaon. Ia mempertanyakan apakah pernyataan Poyuono memang benar-benar mewakili Prabowo atau tidak.

Jika memang benar demikian, maka hal ini dianggap berbahaya. Sebab, tuduhan Poyuono merupakan tuduhan yang dinilai serius secara hukum. Namun jika tidak, ia meminta agar Gerindra menegur Poyuono untuk segera meminta maaf.

(wk/nris)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait