Melalui video di balik layar 'Game of Thrones' season 8 episode 5, Emilia mengungkapkan bagaimana perasaannya saat karakter yang ia perankan berubah menjadi sosok antagonis.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 15 Mei 2019 - 08:29 WIB
WowKeren - HBO baru saja menayangkan episode kelima "Game of Thrones" pada Minggu (12/5) malam waktu setempat, atau Senin (13/5) pagi di Indonesia. Dalam episode kali ini, para penggemar setia serial fantasi tersebut dibuat terkejut lantaran Daenerys Targaryen (Emilia Clarke) bertransformasi menjadi Mad Queen.
Di episode kelima musim final "Game of Thrones" ini, Daenerys yang kehilangan orang-orang terdekatnya pun berambisi untuk merebut takhta The Seven Kingdom dengan cara yang sangat kejam. Bak mengulang kelakuan sang ayah, Aerys Targaryen yang dijuluki Mad King, Daenerys tak segan menghanguskan King's Landing menggunakan api dari naganya, Drogon, tak peduli jika ia membunuh anak-anak, orang tua, maupun wanita.
Kebangkitan sang Mad Queen ini sontak saja menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sebagian besar penggemar mengaku kecewa dengan tingkah Daenerys yang membuat mereka tersulut emosi.
Menanggapi hal ini, akhirnya Emilia Clarke pun buka suara. Melalui video di balik layar "Game of Thrones" Season 8 Episode 5 yang diunggah di kanal YouTube HBO, aktris asal Inggris ini mengungkapkan bagaimana perasaannya saat karakter yang ia perankan berubah menjadi sosok antagonis nan kejam.
"Setiap hal yang terjadi membawanya (Daenerys) ke titik ini, dan ia kini sendirian. Kita semua pasti pernah merasa, 'Aku harus berhenti makan kue cokelat dan pergi'," ungkap Emilia. "Kita tidak bisa selalu berada dalam teka-teki moral. Aku tidak mengatakan kue cokelat adalah teka-teki moral. Makan lah kue sebanyak yang kamu inginkan. Namun, hal-hal itu yang membuat kamu dilema."
Sebelumnya, duo produser "Game of Thrones", David Benioff dan D.B. Weiss menyebut bahwa perubahan sikap Daenerys terjadi bukan tanpa alasan. David mengatakan bahwa Daenerys berubah lantaran dia merasa sangat sendirian. Bahkan Jon Snow (Kit Harington) pun mulai memberi jarak padanya.
Mother of Dragons itu pun akhirnya mengatakan pada Jon bahwa satu-satunya yang ia miliki untuk menguasai Westeros adalah rasa takut yang bisa ia ciptakan dalam diri rakyatnya. Oleh karena itu, Daenerys nekat membakar King's Landing dengan membabi buta.
"Sejauh pemikirannya, di titik ini, Jon telah mengkhianatinya dengan memberi tahu orang mengenai identitas dirinya sebenarnya," ungkap David.
Weiss lantas menambahkan bahwa sebenarnya Daenerys selalu menyimpan sisi gelap seperti sang ayah, Aerys Targaryen yang dijuluki Mad King. "Ada sesuatu yang mengerikan tentang cara Dany (Daenerys) merespon kematian musuh-musuhnya," ungkapnya.
(wk/luth)