Sandiaga Uno Minta Ada Investigasi Terkait Anak-Anak Korban Aksi 22 Mei
Nasional

Dari delapan korban tewas akibat Aksi 22 Mei, tiga di antaranya adalah anak-anak. Oleh sebab itu, Sandiaga meminta agar polisi bisa mengusut dan menindak tegas para perusuh tersebut.

WowKeren - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno ikut mengomentari aksi rusuh yang terjadi pada Rabu (22/5). Ia menekankan harus dibedakan antara massa aksi 22 yang damai dengan yang perusuh. Ia meminta agar aparat benar-benar menindak tegas massa yang merupakan perusuh, sesuai dengan jalur hukum.

"Yang membuat rusuh itu tentunya harus dipisahkan dari pengunjuk rasa damai," kata Sandiaga di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/5). "Yang membuat rusuh itu harus ditindak sesuai dengan hukum."

Selain itu, Sandiaga juga meminta agar polisi melakukan investigasi terkait kasus sejumlah anak yang diduga tewas saat aksi 22 Mei berlangsung. Ia berharap agar kasus ini bisa dibuka ke publik dengan sejelas-jelasnya apa yang sebenarnya terjadi hingga nyawa anak-anak di bawah umur harus melayang.

"Dan korban-korban yang berjatuhan, yang anak-anak di bawah umur itu harus diinvestigasi, harus dipastikan," tegas mantan wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut. "Kita investigasi dan ungkap kepada publik, what's really happened? Apa yang terjadi sih sampai begitu nyawa mereka harus dicabut."


Dari data yang dihimpun dari Pemprov DKI, setidaknya ada delapan orang yang tewas dalam aksi tersebut. Tiga di antaranya adalah anak-anak di bawah umur.

Sementara itu, Komnas HAM mengatakan bahwa ada satu korban yang menjadi sasaran peluru tajam. "Tapi ada seorang remaja yang tertembak peluru tajam di tangannya. Dan itu, menurut dokternya, itu memang itu dari peluru tajam," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufik Damanik di Jakarta Pusat, Senin (27/5).

Komnas HAM menemukan bahwa empat jenazah juga menjadi sasaran peluru tajam. "Dari sana kami mendapatkan ada empat jenazah ditemukan. Dan itu tembakan juga peluru tajam," tutur Taufik.

Oleh sebab itu, Taufik sangat mendukung pihak kepolisian untuk bisa membantu mengungkap fakta di balik aksi tersebut. "Komnas juga menyatakan sangat mendukung langkah-langkah penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan polisi," pungkas Taufik.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait