Wacana referendum mulai digaungkan oleh mantan panglima kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf. Sontak saja hal ini menuai polemik dari berbagai pihak.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 01 Juni 2019 - 14:18 WIB
WowKeren - Belum selesai persoalan terkait aksi kerusuhan 22 Mei, muncul masalah baru. Kali ini datang dari kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Mantan panglima kombatan GAM Muzakir Manaf baru-baru ini mengajukan referendum yang menuai polemik.
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menolak wacana referendum ini. Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono menilai referendum tersebut harus diluruskan karena tidak memiliki dasar. Ia mengatakan bahwa setiap orang boleh berjuang atas apapun namun sebaiknya tidak mengancam kedaulatan negara. Sebab, NKRI adalah harga mati.
"Kita boleh berjuang atas nama apapun tapi jangan menyentuh atau mengganggu ranah kedaulatan negara," kata Nono melalui keterangan tertulis, Jumat (31/5). "Karena sudah final dan NKRI harga mati, jangan ada lagi derita rakyat, air mata dan darah tumpah di bumi Indonesia!"
Nono kemudian menyinggung Tap MPR mengenai pencabutan referendum. Artinya, konstitusi Indonesia tidak mengakui adanya referendum. "Dari sudut pandang hukum sudah jelas Tap MPR Nomor 8 Tahun 1998 dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1999 mencabut masalah referendum, artinya jelas konstitusi di Indonesia tidak mengakui adanya referendum karena mencabut itu semua," lanjut Nono.
Meskipun sudah merdeka sejak 73 tahun yang lalu, Indonesia masih dalam berproses untuk menjadi negara yang lebih baik. Setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk membangun bangsa. Namun, perjuangan membangun bangsa yang dimaksud harus tetap berpegang teguh pada konstitusi sehingga tidak akan mengganggu kedaulatan negara.
"Jangan pertaruhkan lagi kedaulatan dan keutuhan wilayah," tegas Nono. "Saya ajak seluruh elemen bangsa Indonesia berjuang pada koridor hukum melalui perwakilan berjenjang dari daerah sampai tingkat pusat gunakanlah itu termasuk kami DPD RI."
Untuk itu, ia mengimbau agar publik tidak mudah terprovokasi untuk melakukan kerusuhan. "Sekali lagi saya tegaskan, jangan sampai ada derita rakyat, air mata dan darah tumpah di Bumi Indonesia, karena NKRI sudah final," pungkas Nono.
Sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto sempat menggelar rapat untuk membahas adanya wacana referendum ini. Senada dengan Nono, ia menyebut bahwa NKRI sudah tak lagi mengenal referendum.
(wk/zodi)