Petasan berbahan campuran oksigen dan gas karbit meledak di sebuah pemondokan di Desa Mandesan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Polisi menyebut petasan itu dibuat untuk malam takbiran.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 05 Juni 2019 - 09:25 WIB
WowKeren - Sebuah mushala dan pemondokan di Desa Mandesan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, hancur akibat ledakan petasan berbahan oksigen dan gas karbit. Ledakan itu terjadi pada Selasa (4/6), yang juga merupakan malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 2019.
Ledakan tersebut pun melukai 2 orang. Menurut Kapolres Blitar, AKBP Anisullah M Ridha, satu orang bernama M Rifai (12) mengalami luka bakar. Sedangkan korban satunya yang bernama Asbian Syafa Maulana (9) mengalami luka ringan di bagian kepala.
"Ledakan ini berasal dari petasan yang dibuat oleh pelaku dengan memanfaatkan barang-barang yang mudah didapat," jelas AKBP Anisullah pada Selasa malam. "Yakni gas karbit dicampur oksigen, kemudian dimasukkan dalam plastik yang biasa untuk pendadaran ikan."
AKBP Anisullah menuturkan bahwa proses peracikan dilakukan dalam pemondokan. Petasan karbit tersebut juga dibuat untuk memeriahkan malam takbiran dan Hari Lebaran.
"Informasi yang kami dapatkan, petasan gas ini sengaja disiapkan untuk malam takbiran atau pada saat Lebaran," terang AKBP Anisullah. "Lokasi pemondokan itu sudah kosong atau tidak dipakai."
Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Blitar, Iptu Muh Burhanudin, menyebut bahwa ledakan itu terjadi kala petasan yang sudah selesai diracik itu disimpan dalam pemondokan. Petasan tersebut diketahui diracik dan disimpan dalam sebuah kamar kosong oleh warga berinisial Ahm dan Naj.
"Kemudian beberapa saat ada saksi (Rifai) membawa kembali tabung plastik yang sudah diisi oksigen dan karbit masuk ke kamar," tutur Burhanudin. "Dan selang beberapa menit terjadi ledakan dahsyat, hingga merobohkan bangunan tersebut."
Kedua korban luka-luka tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dari tim medis. Saat melakukan penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya adalah sisa cairan karbit, sisa kantong plastik yang gagal digunakan, serta satu gunting.
"Petugas juga memasang garis polisi di areal ledakan. Kami lakukan olah TKP (tempat kejadian perkara)," jelas Burhanudin. "Melakukan pemeriksaan saksi-saksi, serta mengamankan barang bukti yang ada di lokasi kejadian."
Polisi mengaku telah mengantongi identitas para terduga pelaku. Namun, hingga kini polisi masih memburu keduanya.
(wk/Bert)