Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, saat ini tim investigasi telah sampai pada tahap mempelajari kronologi peristiwa serta sudah bisa membedakan pelaku peristiwa aksi damai dengan aksi rusuh.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 06 Juni 2019 - 09:48 WIB
WowKeren - Proses investigasi kerusuhan Aksi 22 Mei masih berlangsung. Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian pun mengungkap sejumlah perkembangan investigasi kasus tersebut.
Menurut Tito, saat ini tim investigasi telah sampai pada tahap mempelajari kronologi peristiwa tersebut. Tito juga mengaku timnya sudah bisa membedakan peristiwa aksi damai dengan aksi rusuh.
"Investigasi ini sudah pada proses mempelajari kronologi peristiwa," ungkap Tito usai salat Id di Mabes Polri pada Rabu (5/6). "Kita sudah bisa membedakan antara aksi damai dalam bentuk ibadah, buka puasa sambil terawih 21 (Mei), dan adanya aksi yang memang sengaja anarkistis rusuh menyerang petugas."
Tito lantas menjelaskan bahwa korban jatuh pada segmen kedua aksi tersebut, yakni pada saat kerusuhan terjadi. Ia menegaskan bahwa tak ada korban dalam aksi demo Pilpres damai yang digelar pada 21 Mei.
"Peristiwa yang ada korban meninggal itu adalah peristiwa pada segmen kedua bukan segmen pertama," tegas Tito. "Jadi kalau ada menyampaikan orang sedang apa itu berbuka puasa atau tarawih diserang, (itu) tidak benar."
Tito lantas menjelaskan bahwa pada segmen pertama, massa melakukan aksi damai dan telah membubarkan diri bersama dengan polisi usai berbuka puasa. Namun sekelompok perusuh lantas berdatangan. Sang Kapolri menegaskan bahwa massa aksi damai dan kerusuhan adalah orang-orang yang berbeda.
"Jadi kalau yang malam 21 itu adalah antara aksi damai dengan penyerang berbeda," ujar Tito. "Berbeda waktu dan berbeda tempatnya, yang ini dia masuk di dalam kumpulan itu tapi di dalam kasus yang kedua ini tidak ada korban."
Pihak kepolisian pun hingga kini masih mencari sumber dana serta dalang kerusuhan tersebut. "Kita investigasi apakah peristiwa, apa dalang peristiwa penyerangan ini siapa yang menginisiasi dan sepertinya korban mungkin banyak jatuhnya di situ (Petamburan)," tutur Tito.
Sebelumnya, Tito juga mengungkap bahwa polisi telah menangkan 447 orang tersangka terkait kasus kerusuhan tersebut. "(Status) Tersangka, ada 447 orang. Ini masih dibagi layer atau lapisannya. Sebagian besar di layer tiga sampai empat yaitu pelaku dan koordinator lapangan," terang Tito di Mabes Polri pada Selasa (4/6).
(wk/Bert)