Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sekaligus Ketua DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, hadir mewakili Capres 02 dalam sidang pleno penetapan pada Minggu (30/6).
- Bertilia Puteri
- Senin, 01 Juli 2019 - 12:54 WIB
WowKeren - Momen unik terjadi dalam sidang pleno penetapan paslon Presiden dan Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019 di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Minggu (30/6). Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Habiburokhman, mencium tangan Cawapres terpilih, Ma'ruf Amin.
Kala itu, Habiburokhman datang mewakili Prabowo dan menerima petikan putusan KPU. Habiburokhman kemudian menghampiri Ma'ruf dan mencium tangan mantan Rais Aam Syuriah NU tersebut. Sementara dengan Jokowi, Habiburokhman memberi hormat berjabat tangan.
Habiburokhman yang juga merupakan Ketua DPP Partai Gerindra tersebut lantas mengungkapkan alasannya mencium tangan Ma'ruf serta memberi hormat pada Jokowi. Menurutnya, hal tersebut merupakan hal wajar yang telah diajarkan oleh Prabowo.
"Itu kan kebiasaan-kebiasaan ke kiai besar, kita takzim (hormati). Itu diajarkan Pak Prabowo, harus menghormati orangtua," tutur Habiburokhman dilansir Kumparan, Minggu (30/6). "Dan bagaimanapun juga Pak Jokowi itu kan Presiden kita. Terlepas dari kontestasi politik, menghormati orang tua, menghormati pemimpin negara itu nomor satu dan wajib."
Selain itu, tutur Habiburokhman, Jokowi memang sudah resmi ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2019. Sehingga, sangat penting untuk memandang arah bangsa ke depannya.
"Menurut saya tadi itu kan sudah disahkan beliau. Karena ruang hukum kan sudah tidak ada lagi," ungkap Habiburokhman. "Sekarang apa yang bisa kita lakukan bersama-sama."
Soal kemungkinan bergabungnya Partai Gerindra ke pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, Habiburokhman memberi jawaban yang diplomatis. Menurutnya, semua kemungkinan masih terbuka.
"Kita tidak mengenal yang namanya oposisi," jelas Habiburokhman. "Tapi prinsipnya kami siap-siap saja melihat yang terbaik."
Di sisi lain, Prabowo-Sandi tidak menghadiri sidang pleno penetapan Jokowi-Ma'ruf. Meski demikian, Jokowi telah menyatakan dirinya berharap Prabowo bersedia hadir di hari pelantikannya kelak.
"Yang undang MPR," tutur Jokowi di Kantor KPU, Minggu (30/6). "Tapi saya akan sangat, saya dan Pak Kiai Ma'ruf Amin akan sangat berbahagia apabila Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno datang dalam pelantikan yang akan datang."
(wk/Bert)