Ini Respons Pemerintah Soal Pria di Kepri Coba Jual Ginjal Demi Pengobatan Anaknya
Nasional

Pria tersebut mengaku telah menerima bantuan dari BPJS Kesehatan maupun Pemkab Karimun, Kepri, namun pengobatan anaknya tak kunjung membuahkan hasil yang maksimal.

WowKeren - Kisah viral seorang pria paruh baya di Kepulauan Riau yang nekat menawarkan ginjal demi biaya pengobatan putranya rupanya sampai juga ke telinga pemerintah. Diketahui sejumlah instansi langsung memberikan bantuannya kepada keluarga Eli Kristanto (59) tersebut.

Salah satu yang sigap bergerak adalah Dinas Kesehatan Karimun, Kepri. Eli menyebut Dinkes langsung bertandang ke kediamannya dan membawa puteranya, Elandra Wiguna (23) yang tengah menderita sakit tumor otak ke RSUD M. Sani untuk menerima perawatan yang diperlukan.

Tak hanya itu, sejumlah instansi lainnya juga sudah banyak yang datang dan memberikan bantuan. Salah satunya Polres Karimun yang dipimpin langsung oleh Kapolres Karimun AKBP Hengky.

"Kedatangan kami kemari untuk menjenguk langsung kondisi Elandra," kata Hengky, dilansir dari laman Kompas, Senin (1/7). "Sekaligus memberikan bantuan agar dapat meringankan beban keluarga."

Hengky mengaku merasa sangat miris atas langkah yang coba ditempuh Eli tersebut. Oleh karena itu ia beserta rombongan langsung mendatangi keluarga Eli demi meringankan beban yang tengah dihadapi.


Sebelumnya diberitakan seorang warga RT 006 RW XI, Teluk Air Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Kepri nekat menjajakan ginjalnya di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun. Bermodalkan sebuah kertas besar yang digantungkan di lehernya, ia mencoba menawarkan organ penyaring darahnya itu untuk mendapatkan biaya demi mengobati puteranya yang divonis mengidap tumor otak.

"Jual Ginjal. Saya Jual Ginjal Saya Untuk Pengobatan Anak Saya Sakit Tumor Otak," demikian tulisnya dalam kertas tersebut. Ia pun berdiri di pintu masuk pelabuhan dan melaksanakan aksi nekatnya.

Eli mengaku telah menerima bantuan dari pemerintah melalui beberapa mekanisme. Seperti melalui BPJS Kesehatan. Namun keterbatasan aturan lembaga tersebut membuat pengobatan yang semestinya diterima Elandra menjadi tidak maksimal.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Karimun pun telah memberikan bantuan bagi puteranya. Tetapi bantuan itu juga tak bisa berjalan maksimal.

"Makanya saya ambil inisiatif mencari biaya pengobatan dengan menjual ginjal saya," jelas Eli, Senin (1/7). "Di pikiran saya hanya semata-mata agar putera saya sembuh, biar dia bisa meraih masa depannya sama seperti anak-anak seusianya."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait