Laporan terkait kasus hepatitis A muncul sejak bulan Juni. Jumlah korban yang terjangkit virus ini kian bertambah di hari-hari berikutnya hingga kini mencapai 975 orang.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 01 Juli 2019 - 17:28 WIB
WowKeren - Pemerintah Kabupaten Pacitan telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) pada wabah Hepatitis A setelah ratusan warga Pacitan terjangkit penyakit tersebut. Laporan pertama terkait kasus hepatitis A muncul pada Juni 2019 lalu kemudian jumlahnya terus bertambah sampai saat ini.
Dinas Kesehatan Jawa Timur mencatat hingga Senin (1/7), jumlah penderita sudah mencapai 975 orang. Pada 27 Juni terdata sebanyak 824 orang terjangkit penyakit ini, 29 Juni sebanyak 924 hingga pada 30 Juni jumlahnya mencapai 957 orang. Kepala Dinkes Jatim Kohar Hari Santoso mengatakan jumlah tersebut tersebar di sejumlah wilayah.
"Artinya peningkatannya mulai melandai," kata Kohar di Kantor Dinkes Jatim seperti dilansir dari CNN Indonesia, Senin (1/7). "Mudah-mudahan betul di lapangan jumlah orang yang sakit hepatitis A di Pacitan tidak semakin bertambah."
Untuk menekan angka penyebaran penyakit yang menyerang organ hati ini, Kohar telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penelitian epidemiologi. Upaya sosialisasi terus dilakukan ke masyarakat untuk menyampaikan pentingnya hidup bersih dan sehat.
"Kemudian mensosialisasikan ke masyarakat terutama tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), mereka buang air besar, cuci tangan, air minumnya," lanjut Kohar. "Kemudian bagaimana makanan tidak terkontaminasi dan masyarakat tidak membuang sampah sembarangan."
Penyebaran hepatitis A telah menjadi masalah yang relatif serius di Pacitan. Kohar berharap wabah ini bisa diturunkan dalam waktu dua minggu ke depan. Selain itu, pihaknya akan berusaha maksimal agar tidak terjadi lagi penambahan wabah hepatitis A. "Mudah-mudahan dalam kurun dua minggu ini sudah bisa kita selesaikan sambil kita pantau terus. Kita harapkan bahwa tidak ada sama sekali penambahan jumlah pasien," ungkap Kohar.
Lebih lanjut, Kohar menjelaskan bahwa wabah hepatitis A berawal dari buah-buahan yang telah terkontaminasi. "Bulan puasa kita biasa memakan segar-segar macamnya blewah dan sebagainya rupanya, ada yang terkontaminasi tapi setelah itu mulai dari penyebaran yang lebih luas dari seseorang yang sakit tadi sehingga bisa menyebar," lanjut Kohar.
(wk/zodi)