Sebelumnya, pengamat politik sempat menilai bahwa Prabowo tak kunjung menemui Jokowi hingga kini lantaran hendak menghormati perasaan para pendukungnya.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 02 Juli 2019 - 10:02 WIB
WowKeren - Presiden dan Wakil Presiden terpilih dalam Pilpres 2019 telah resmi ditetapkan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019 dengan perolehan suara sebesar 55,5 persen pada Minggu (30/6).
Meski demikian, pertemuan antara kedua paslon Capres-Cawapres hingga kini belum kunjung terealisasi. Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diketahui tak menghadiri sidang pleno penetapan paslon 01 di kantor KPU.
Hasil Pilpres 2019 ini juga banyak disoroti oleh para pendukung Prabowo-Sandi. Banyak pendukung 02 yang merasa terjadi kecurangan dalam Pilpres 2019.
Hal ini membuat sejumlah pendukung 02 meminta agar Prabowo tidak menemui Jokowi. Tak tanggung-tanggung, para pendukung tersebut membuat tagar #PrabowoJanganTemuiJokowi di Twitter dan berhasil memuncaki trending topic Indonesia pada Selasa (2/7) pagi.
Akun @_s3l3p3tk4r3t2_ misalnya. Ia yakin Prabowo-Sandi tidak akan tergiur jabatan untuk melakukan rekonsiliasi. "Aku yakin Bapak @prabowo dan @sandiuno Tidak akan semurah itu dan mengkhianati rakyatnya...!!! #PrabowoJanganTemuiJokowi #PrabowoJanganTemuiJokowi. Yang punya keyakinan sama dng ku... Hayooo RT KERAAAAAS......!!!! BIAR SAMPAI KE ATAS SANA...!!!" tulis akun tersebut
Lalu ada pula akun @sapulidi95 yang yakin terdapat kecurangan dalam hasil Pilpres 2019. "Presiden Indonesia adalah hasil penipuan Pilpres 2019. Dia tidak diakui oleh sebagian besar orang karena diduga berasal dari konspirasi curang. #PrabowoJanganTemuiJokowi," tulis akun tersebut.
Di sisi lain, pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, sebelumnya juga sudah menyoroti wacana pertemuan Prabowo dan Jokowi. Menurut Adi, Prabowo belum menemui Jokowi hingga kini lantaran mau menghormati para pendukungnya.
"Prabowo ingin menghormati pendukungnya yang sejauh ini masih menganggap pemilu 2019 curang," ujar Adi dilansir Kompas pada Senin (1/7). "Jadi, kalau tiba-tiba Prabowo bertemu Jokowi dan memberikan ucapan selamat, pendukungnya akan menganggap hal itu tidak wajar."
(wk/Bert)