Wanita Pembawa Anjing ke Masjid Bogor Resmi Jadi Tersangka Penistaan Agama
Nasional

Status wanita pembawa anjing ke dalam Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor, yang berinisial SM tersebut kini telah dinaikkan menjadi tersangka. SM sendiri dinyatakan mengidap Skizofernia.

WowKeren - Wanita berinisial SM yang membawa seekor anjing masuk ke dalam Masjid Al Munawaroh, Sentul, Bogor, telah diperiksa oleh Polres Bogor. Polisi pun telah resmi menetapkan SM sebagai tersangka.

"Berdasarkan alat bukti beberapa keterangan saksi sejumlah 5 (lima) dan persesuaiannya dan barang bukti berupa rekaman video serta pakaian dan sepatu yang digunakan SM masuk kedalam masjid," tutur Kasubbag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena, dalam keterangannya pada Selasa (2/7). "Penyidik meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan dan menaikkan status SM menjadi tersangka."

SM pun disangkakan pasal penistaan agama dan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) akan segera dikirimkan. "Dengan pasal persangkaan pasal 156a terkait penodaan/penistaan agama. Untuk SPDP dikirimkan penyidik pagi ini," terang Ita.

Sementara itu, SM sendiri dinyatakan mengidap penyakit skizofernia berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan oleh Rumah Sakit Polri. Kondisi SM yang disebut masih agresif membuatnya terus diperiksa di RS Polri.


Sebelumnya, SM juga telah dipolisikan oleh Dewan Kerukunan Masjid (DKM) Masjid Al Munawaroh atas kasus pencemaran nama baik. Laporan tersebut dibuat DKM terkait ucapan SM soal pernikahan suaminya di Masjid Al Munawaroh.

"Hari ini saya melaporkan satu dugaan fitnah terhadap DKM Al-Muhawaroh Sentul City, yaitu pelaku kemarin mengatakan bahwa ada pernikahan atau akan terjadi pernikahan di Masjid Al Munawaroh, Sentul City," ungkap Sekretaris DKM Al Munawaroh, Ruslan A Suhady, dilansir detikcom, Senin (1/7). "Itu tidak benar dan sudah kami laporkan bahwa itu sebuah fitnah."

Hal senada juga telah diungkapkan oleh seorang pengurus DKM Al Munawaroh bernama Raudl Bahar. Selain itu, Bahar juga meminta agar semua pihak berhati-hati dan tidak terprovokasi oleh upaya adu domba.

"Tidak ada pernikahan di sini, itu bohong," tegas Bahar dilansir Antara pada Senin (1/7). "Oleh karena itu, kita harus hati-hati. Mungkin ada pihak-pihak yang ingin mengadu domba kita dengan orang lain."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait