Dinas Kesehatan Tanggapi Isu Penyebaran Virus Hepatitis A di Pacitan Berawal dari Air Minum
Nasional

Penyebaran penyakit Hepatitis A di wilayah Pacitan sudah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Dinas Kesehatan Pacitan pun mengimbau warga agar menerapkan pola hidup sehat.

WowKeren - Wilayah Pacitan, Jawa Timur, kini sedang menghadapi wabah penyakit Hepatitis A yang muncul sejak Juni 2019 lalu. Jumlah korban pun diketahui terus bertambah hingga tercatat sudah mencapai angka 1021 orang yang terjangkit virus Hepatitis A pada Kamis (4/7).

Pemerintah Kabupaten Pacitan telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat banyaknya jumlah korban yang terjangkit penyakit Hepatitis A. Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menduga bahwa penularan penyakit tersebut terjadi melalui media air yang tidak dimasak sebelum dikonsumsi.

Apalagi masyarakat Pacitan selama ini masih bergantung dengan sumber air resapan yang berasal dari Sungai Sukorejo. Kebiasaan tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan warga Pacitan tak merasakan gejala apapun. Muncul dugaan bahwa air di Sungai Sukorejo sudah tercemar limbah, meski harus dianalisis lebih lanjut.


Mengetahui hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan menyebut air Sungai Sukorejo tergolong jernih meski kondisi jasad reniknya masih buruk. Berdasarkan hasil pengujian kadar bakteri Escherichia coli (E. coli) di dalam air Sungai Sukorejo, ternyata indeks bakteriologisnya mencapai 2.400/100 ml. Padahal ambang batas bakteri E. coli adalah 50/100 ml.

"Kalau fisiknya kemarin saya lihat itu bagus. Jernih, tidak berbau," ujar dr Eko Budiono selaku Kepala Dinas Kesehatan Pacitan pada Kamis (4/7). "Mungkin karena sudah dibersihkan ya. Tapi bakteriologisnya kemarin masih jelek."

Meski begitu, Eko enggan berspekulasi bahwa penularan virus Hepatitis A berasal dari air minum warga. Eko juga menegaskan bahwa Dinkes Pacitan memastikan air yang akan didistribusikan kepada warga sudah bebas dari bakteri dan virus. Selain itu, Eko mengimbau agar masyarakat melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Kami beranggapan dengan E. coli yang tinggi tidak menutup kemungkinan virus Hepatitis A-nya ada juga di situ," papar Eko. "Dan yang terus kita gencarkan adalah sosialisasi agar masyarakat membiasakan diri memasak air sampai benar-benar mendidih dalam tempo minimal 5 menit sebelum digunakan memasak makanan."

(wk/evaa)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait