Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia di Guangzhou, Istrinya Ungkapkan Ini
Nasional

Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia saat menjalani proses pengobatannya di Guangzhou, Tiongkok, dan rencananya akan dimakamkan di Boyolali, Jawa Tengah, atas permintaan orangtuanya.

WowKeren - Kabar duka kembali datang mengejutkan masyarakat. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dikabarkan meninggal dunia di Guangzhou, Tiongkok, pada Minggu (7/7) dini hari sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Sutopo meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit kanker paru-parunya yang dideritanya selama ini. Penyakit Sutopo ini memang dikabarkan telah menjalar dan menyebar hingga ke organ-organ tubuh lainnya.


Karena kondisinya yang semakin parah, Sutopo kemudian berangkat untuk berobat ke Guangzhou. Kala itu ia bahkan sempat membagikan momen di Bandara Soekarno-Hatta saat akan berangkat ke Guangzhou melalu akun Instagram pribadinya. Namun takdir berkata lain, karena Sutopo kemudian menghembuskan nafas terakhirnya di tengah proses pengobatannya.

Terkait meninggalnya Sutopo ini sang istri, Retno Utami Yulianingsih, angkat bicara. Retno sudah mengetahui kabar tersebut dan mengungkapkan bahwa Sutopo sudah tak memberikan respon semenjak pukul 01.50 waktu setempat.

"Secara resmi di dokumen tadi (meninggalnya) ditulis jam 02.20 waktu Guangzhou," ujar Retno melalui pesan singkat, seperti dilansir dari Tempo. Retno juga mengungkapkan tentang rencana pemakaman almarhum suaminya.

Menurut Retno, almarhum Sutopo sebenarnya pernah mengutarakan keinginannya untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Namun ayah Sutopo ingin jenazah putranya dimakamkan di Boyolali, Jawa Tengah.

"Tapi ayahnya Pak Topo sepertinya inginnya di Boyolali," tutur Retno. Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, juga membenarkan pernyataan Retno tersebut.

Doni mengungkapkan Sutopo rencananya akan dimakamkan di Boyolali atas permintaan orangtua almarhum. Doni menuturkan Retno memang memutuskan untuk menuruti permintaan orangtua almarhum Sutopo.

"Untuk pemakaman, permintaan dari bapak-ibu Pak Topo itu dimakamkan di Boyolali. Permintaan Pak Topo sendiri dimakamkan di Pondok Ranggon," ungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo saat dihubungi, Minggu (7/7). "Jadi istrinya Pak Topo mengikuti keinginan dari orangtua Pak Topo, jadi opsi pertama adalah di Boyolali."

Doni juga menceritakan tentang keberangkatan Sutopo untuk berobat ke Guangzhou sejak Juni lalu. Menurut Doni, keputusan itu diambil sebagai upaya penyembuhan Sutopo. "Pak Topo diberangkatkan ke Guangzou karena beberapa pasien kanker itu sembuh di Guangzhou, setelah melewati di beberapa tahun pengobatan di Jakarta, di beberapa rumah sakit," pungkasnya.

(wk/rays)

You can share this post!