Gempa M 6 Bali Terasa Hingga ke Sejumlah Wilayah di Jatim, Begini Penjelasan PVMBG
Twitter/vulkanologi_mbg
Nasional

Bali kembali diguncang gempa bermagnitudo 6 pada Selasa (16/7) pagi. Gempa yang berpusat di kedalaman 68 km tersebut dirasakan di sejumlah wilayah lain termasuk Jawa Timur.

WowKeren - Gempa berkekuatan magnitudo 6 kembali mengguncang Nusa Dua, Bali, pada Selasa (16/7) pagi. Pusat gempa berada di kedalaman 68 km pada 83 km arah barat daya Nusa Dua, Bali.

Getaran dirasakan oleh sejumlah wilayah di sekitarnya, termasuk Lombok, Nusa Tenggara Barat, hingga di Jawa Timur. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkap alasan gempa terasa di wilayah lain karena daerah yang dekat dengan pusat gempa merupakan batuan karbonat berumur tersier dan batuan gunung api berumur kuarter.


"Pada batuan yang telah mengalami pelapukan, belum kompak," bunyi keterangan dari PVMBG, Selasa (16/7). "Dan bersifat lepas akan memperkuat efek guncangan gempa sehingga akan lebih terasa."

Gempa tersebut dirasakan kuat oleh warga di Blitar, Jawa Timur. Getaran yang terjadi cukup lama hingga menyebabkan warga berhamburan keluar rumah. "Saya pas masak tadi. Kok almari tempat piring bergetar semua. Baru sadar ada gempa, saya matikan kompor langsung lari keluar," kata salah seorang warga dilansir dari Detik, Selasa (16/7).

Tak hanya di Blitar, gempa juga dirasakan di Lumajang, Banyuwangi, hingga Jember. "Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Badung V MMI, Nusa Dua IV-V MMI, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat IV MMI, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara III MMI, Jember, Lumajang II- III MMI," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan tertulis, Selasa (16/7).

Gempa ini disebabkan oleh adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Adanya deformasi batuan menimbulkan gempa bumi.

"Tampak bahwa gempa bumi berkedalaman menengah ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia," jelas Rahmat. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan, dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault)."

You can share this post!

Related Posts
Loading...