Heboh Siswa MAN 1 Sukabumi Kibarkan Bendera HTI, Ini Penjelasan Kemenag
Nasional

Pada Sabtu (20/7) lalu beredar foto yang menunjukkan sejumlah siswa mengibarkan bendera tauhid. Timsus bentukan Menag pun langsung diterjunkan untuk memeriksa sekaligus membina siswa-siswa tersebut.

WowKeren - Dunia maya sempat dihebohkan dengan potret sejumlah siswa MAN 1 Sukabumi yang kedapatan mengibarkan bendera tauhid di acara sekolah. Untuk diketahui, bendera tersebut identik dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dilarang di Indonesia.

Menanggapi kabar viral tersebut, Kementerian Agama pun langsung menurunkan tim khusus untuk mengonfirmasi kejadian di lokasi. Usai investigasi itulah Kemenag menyatakan pengibaran bendera tauhid tak berkaitan dengan dukungan untuk HTI.


"Berdasarkan penjelasan mereka dan keterangan sejumlah pihak," ujar Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag A Umar, Minggu (21/7). "Untuk sementara kami berkesimpulan bahwa tidak ada indikasi keterkaitan dengan HTI."

Sejumlah siswa di institusi tersebut, tutur Umar, tidak mengerti perihal persoalan sensitivitas penggunaan bendera HTI. Bendera itu hanya dikibarkan dalam acara promosi ekstrakurikuler keagamaan kepada siswa baru.

Heboh Siswa MAN 1 Sukabumi Kibarkan Bendera HTI, Ini Penjelasan Kemenag

Twitter

"Namun demikian, kami masih terus melakukan penelusuran untuk mendapatkan data lebih komprehensif," jelasnya, dilansir dari CNN Indonesia, Senin (22/7). "Jika ternyata ditemukan unsur pidana, kami serahkan kepada penegak hukum."

Tak hanya melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut, tim khusus bentukan Menag Lukman Hakim Saifuddin itu pun memberikan pembinaan kepada seluruh guru dan siswa MAN 1 Sukabumi. Mereka juga meminta seluruh guru dan siswa untuk menandatangani surat pernyataan sebagai komitmen untuk patuh pada pembinaan Kemenag.

Umar pun menyebut pihaknya menaruh perhatian serius terhadap persoalan ini. Pasalnya Kemenag sedang menggencarkan internalisasi nilai agama yang selaras dengan nilai nasionalisme, terutama di lingkungan pendidikan.

"Tadi disepakati juga bahwa Kepala Kankemenag Sukabumi akan melakukan pembinaan ke seluruh madrasah setempat," ujarnya. "Agar tidak terjadi kasus serupa serta tidak terpapar paham ekstrem dan pengaruh ormas terlarang."

Sementara itu Kepala MAN 1 Sukabumi Fahirudin ikut memberikan klarifikasinya soal kejadian tersebut. Menurutnya pengibaran bendera tauhid oleh sejumlah siswanya merupakan tindakan spontan. Pihaknya pun telah melakukan investigasi terkait kepada siswa yang bersangkutan.

"Itu yang mengibarkan siswa kami berinisial MA, dan sekarang sudah selesai," terangnya kepada CNN Indonesia, Minggu (21/7). "Itu tindakan spontan. Dan siswa itu telah membuat pernyataan kepada kami."

You can share this post!

Related Posts
Loading...