PA 212 Soal Pertemuan Prabowo-Megawati: Semoga Ada Manfaatnya
Nasional

Reaksi santai ini sangat bertolak belakang dengan respons keras yang PA 212 sampaikan usai Prabowo dan Jokowi bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, pada Sabtu (13/7) lalu.

WowKeren - Pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akhirnya digelar kemarin, Rabu (24/7) siang. Bertempat di kediaman Megawati, Prabowo diketahui dijamu dengan makan siang spesial buatan Presiden ke-5 RI itu.

Menanggapi pertemuan yang kental nuansa kekeluargaan itu, Ketua Persaudaraan Alumnni (PA) 212 Slamet Maarif mengaku tak ambil pusing. Ia hanya berharap semoga pertemuan itu membawa manfaat untuk umat dan bangsa.

"Doakan saja pertemuan tersebut ada manfaat buat bangsa dan umat," ujarnya, Rabu (24/7). "Indonesia untuk Indonesia, selamatkan kekayaan Indonesia. Keadilan hukum dan ekonomi."

Reaksi ini jauh berbeda bila dibandingkan dengan respons yang PA 212 tunjukkan usai pertemuan Prabowo dan Presiden Joko Widodo digelar pada Sabtu (13/7) lalu. Saat itu PA 212 mengecam Prabowo yang mengadakan pertemuan dengan kubu Jokowi.


Bahkan Wakil Ketua PA 212 Asep Syarifuddin menyebut Prabowo sebagai pengkhianat. Sebab, menurutnya, pertemuan itu sudah dilarang oleh para pendukung namun akhirnya tetap dilaksanakan.

"Jadi, kalau Prabowo berkomunikasi (dengan Jokowi)," ungkap Asep dalam sebuah diskusi yang digelar di Gedung Joeang, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (18/7). "Menurut saya ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap aspirasi umat dan rakyat."

Sementara itu pertemuan antara Prabowo dan Megawati berjalan dengan lancar. Dalam pertemuan itu, mereka mengaku sepakat untuk kembali rukun usai "bertarung" sengit di gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Menariknya, diplomasi itu tercapai setelah Prabowo disuguhi nasi goreng spesial buatan Megawati.

"Beliau katakan nasi goreng yang saya buat enak. Katanya, 'Tapi ternyata setelah dibuktikan memang enak ya, sering-sering diundang, ya, Bu, untuk makan nasi goreng.'," tutur Megawati menirukan Prabowo. "Perempuan pemimpin politik ada bagian yang sangat mudah meluluhkan hati laki-laki, itu namanya politik nasi goreng."

Meski demikian, kedua tokoh nasional yang pernah maju sebagai pasangan Capres-Cawapres pada Pilpres 2009 ini tidak mengungkap soal deal politik yang mereka bicarakan selama pertemuan. Hanya saja, memang ada momen saat Megawati berbicara empat mata dengan Prabowo.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait