Sebelumnya, aplikasi dan data pemantauan udara AirVisual menilai kualitas udara Jakarta semakin buruk. Pemprov DKI lantas menyebut hal itu disebabkan oleh proyek perbaikan trotoar di sejumlah titik.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 26 Juli 2019 - 11:35 WIB
WowKeren - Polusi udara di DKI Jakarta disebut semakin buruk. Proyek trotoar di Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, disebut-sebut jadi salah satu penyebab makin parahnya polusi di Ibu Kota.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lantas menjelaskan mengapa proyek perbaikan trotoar di sejumlah titik di Jakarta menambah tingkat polusi udara. Menurut BMKG, hal ini berkaitan dengan musim kemarau yang tengah terjadi.
"Kemarau menyebabkan salah satunya ikatan partikel tanah di tempat terbuka menjadi rapuh dan mudah lepas kemudian menjadi debu halus yang jika diterbangkan angin berubah menjadi material polusi udara," jelas Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal, pada Kamis (25/7). "Dalam proyek perbaikan trotoar, lapisan tanah permukaan yang tertutup oleh paving block misalnya, menjadi terbuka. Karena musim kemarau ikatan partikel tanah rapuh maka partikel tanah tersebut mudah lepas dan terbang ke udara karena dihembuskan angin menjadi polutan."
Oleh sebab itu, tutur Herizal, proyek perbaikan trotoar yang dikerjakan kala musim kemarau dapat memperparah kekeruhan udara Jakarta. Herizal pun menyarankan agar tanah di lokasi proyek perbaikan trotoar sering dibahasi sehingga tanah tidak mudah diterbangkan angin yang berakibat pada terbentuknya polutan.
"Proyek perbaikan trotoar yang dilaksanakan di sekitar puncak musim kemarau bisa menambah kekeruhan udara," jelas Herizal. "Untuk itu, disarankan permukaan tanah yang terbuka karena proyek trotoar harus sering dibasahi agar ikatan tanahnya tidak terlalu rapuh dan tidak mudah diterbangkan angin menjadin polutan."
Sebelumnya, Pemprov DKI menyebut bahwa salah satu hal yang memperburuk kualitas udara Jakarta adalah proyek perbaikan trotoar usai aplikasi dan data pemantauan udara AirVisual menilai polusi Ibu Kota bertambah. Proyek yang dimaksud berada di Jalan MH Thamrin maupun Cikini.
"Saya kemarin dapat laporan dari teman-teman Laboratorium LH (Lingkungan Hidup), di seputaran Thamrin itu lagi pembenahan trotoar. Kebetulan titik kami pun termonitor, pengukuran Dinas LH itu. Jadi akan berpengaruh," terang Kepala Dinas LH, Andono Warih, pada Kamis (25/7). "Sekarang sedang ada (pembangunan trotoar), di Cikini juga dilihat. Dari sumber primer sendiri bikin debu, sekunder juga nambah kemacetan kan asap lebih banyak. Kan di titik itu saat ini tentu akan ada peningkatan sementara ini."
(wk/Bert)