Ketua Komisi Hukum MUI, HM Baharun, menjelaskan pandangannya terkait jemaah yang tetap melanjutkan salat meski ada seorang pemuda yang terjatuh akibat serangan jantung.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 26 Juli 2019 - 16:28 WIB
WowKeren - Sebuah video yang menunjukkan seorang jemaah tiba-tiba jatuh saat sedang menunaikan salat di sebuah masjid viral di media sosial. Dilansir Kumparan pada Jumat (26/7), pemuda berbaju putih tersebut diduga terkena serangan jantung.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, insiden tersebut terjadi saat salat subuh berjemaah di Masjid Al-Ikhwan, Bukit Cengkeh 1, Depok. Pemuda 23 tahun yang dilaporkan bernama Nana tersebut juga dikabarkan telah meninggal.
Salah satu warganet yang mengunggah video tersebut adalah akun Instagram @hannykristianto. Video tersebut dibagikan pada Kamis (25/7).
"Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun," tulis akun tersebut. "Telah meninggal dunia saudara kita mas Nana (23 tahun) ketika sedang shalat Subuh tadi pagi di Masjid Al-ikhwan, Bukit Cengkeh 1, Cimanggis, Depok."
Unggahan tersebut ditanggapi oleh banyak warganet. Namun salah satu hal yang disorot adalah para jemaah lain yang tampak tetap meneruskan salat meski pemuda itu terjatuh.
"Rata2 umat muslim masih kebingungan apabila melihat kejadian tsb ketika sholat... apakah melanjutkan sholat atau menolong," komentar akun @nu***no. "Inna lillahi wa Inna ilaihi rojiun...Apakah ada ayat/kisah apa yang harus kita lakukan kalo hal ini terjadi didekat Kita? Apa tetap terus sholat/membantu memberikan P3K atau bagaimana?" timpal akun @hy***de.
Menanggapi hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun buka suara. Ketua Komisi Hukum MUI, HM Baharun, menjelaskan bahwa lebih baik membantu sang pemuda terlebih dahulu dibanding melanjutkan salat.
"Duluin tolong orang, lebih utama menyelamatkan nyawa atau orang sakit, meskipun sedang salat," ungkap Baharun pada Jumat (26/7). "Ini keadaan darurat."
Menurut Baharun, salat bisa dilakukan setelah jemaah menyelamatkan nyawa pemuda tersebut. Apabila ketinggalan salat berjemaah, maka masih bisa diulangi dengan salat sendiri.
"Salat yang batal bisa diulang, tapi yang kena serangan jantung mana bisa ditunda? Islam adalah agama yang sejalan dengan akal sehat dan maslahat manusia," jelas Baharun. "Iya, walau ketinggalan berjemaah, kan salat sendiri bisa."
(wk/Bert)