Dana tersebut merupakan kelebihan saldo yang diterima dan kemudian ditarik oleh nasabah kala gangguan sistem Bank Mandiri terjadi pada Sabtu (20/7) lalu.
- Bertilia Puteri
- Senin, 29 Juli 2019 - 18:46 WIB
WowKeren - Bank Mandiri sempat mengalami gangguan sistem pada Sabtu (20/7) lalu. Gangguan sistem tersebut menyebabkan saldo sejumlah nasabah mengalami perubahan. Ada yang bertambah, ada pula yang berkurang hingga menjadi Rp 0.
Akibatnya, dana PT Bank Mandiri (Persero) Tbk senilai Rp 10 miliar belum dikembalikan oleh nasabah. Dana tersebut merupakan kelebihan yang diterima dan kemudian ditarik oleh nasabah kala gangguan sistem terjadi. Nilai ini setara 10 persen dari total nasabah yang menerima kelebihan dana di rekening mereka.
"Nah jadi yang 2.600 nasabah itu ada beberapa 90 persen sudah kembali," ungkap Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri, Hery Gunardi, dalam konferensi pers di Gedung ORI, Jakarta Selatan, pada Senin (29/7). "Dan (kerugian) tinggal sekitar 5-10 persen, jumlah di bawah Rp 10 miliar."
Sejauh ini, pihak Bank Mandiri telah mengimbau para nasabah untuk mengembalikan kelebihan dana yang masuk ke rekening mereka dan sudah ditarik. Pihak Bank Mandiri mengaku tak mau memberi sanksi apabila nasabah belum mengembalikan kelebihan dana tersebut.
"Pada dasarnya nasabah kenal banknya dan kita kenal nasabahnya. Buka rekening, kita semua tahu, masa iya, nasabah mau gitu?" tutur Hery. "Enggak boleh nasabah disanksi, masih diimbau."
Sementara itu, Bank Mandiri mengaku mampu menyelesaikan persoalan nasabah yang mengajukan komplain kala gangguan sistem terjadi. Pasalnya, Bank Mandiri memiliki 2.500 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Jadi kalau kita bagi-bagi itu paling satu cabang 2-3 customer service itu ketemu," jelas Hery. "Jadi enggak berat buat kita. Itu sudah kita lakukan."
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meminta agar Bank Mandiri memperbaiki sistem teknologi informasi mereka. Perintah OJK ini menyusul gangguan teknis sistem IT Bank Mandiri beberapa waktu lalu.
"(Kami) minta Bank Mandiri pastikan sistem IT sekarang itu aman untuk ke depannya," jelas Kepala Departemen Pengawasan Bank OJK, Hizbullah. "(Bank Mandiri) diminta evaluasi dan teliti kembali semuanya agar tak terulang kembali di masa mendatang."
(wk/Bert)