Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara Paku Alam menjelaskan bahwa pengelolaan geopark tak lepas dari adanya kerja sama antara pemerintah tiga daerah setempat yakni DIY, Pacitan, dan Wonogiri.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 30 Juli 2019 - 13:44 WIB
WowKeren - Geopark Gunung Sewu di Kabupaten Gunungkidul menarik perhatian The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). UNESCO menilai bahwa pengelolaan geopark ini sangat memuaskan.
Gunung Sewu terletak di Gunung Kidul, Pacitan, Wonogiri. Geopark Gunung Sewu sendiri telah ditetapkan dalam Global Geoparks Network sejak 2015. Tim Asesor UNESCO datang untuk melihat langsung perkembangan geopark ini pada Jumat (26/7).
"Kami telah melihat perkembangan yang sangat bagus," kata perwakilan dari UNESCO, Jahier Lopez Coballero, dilansir dari Republika, Selasa (30/7). "Dan merekomendasikan agar pengelola lebih mengembangkan potensi yang ada di sekitar geopark."
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara Paku Alam menjelaskan bahwa pengelolaan geopark tak lepas dari adanya kerja sama antara Pemda DIY, Pacitan, dan Wonogiri. "Pemda DIY, Pacitan dan Wonogiri telah menjalin kerja sama yang sangat luar biasa, aturan dibuat sinkronisasi dan berkelanjutan, sehingga geopark ini bisa dikelola dengan baik," kata Paku Alam masih dilansir dari Republika.
Paku Alam mengatakan pentingnya menjaga ketiga daerah tersebut sebab hal itu akan berimbas pada kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar geopark. Tim Asesor UNESCO akan berkunjung setiap empat tahun sekali untuk meninjau kelayakan geopark tersebut.
Geopark juga diharapkan bisa dimanfaatkan untuk aktivitas geotourism. Berbeda dengan kegiatan pariwisata pada umumnya yang menekankan pada aktivitas menikmati keindahan alam, geopark lebih dari itu. Kehadiran geopark tidak merusak alam dan di lain sisi juga mendukung upaya pelestarian.
"Geopark bukan pariwisata biasa, pariwisata biasa itu yang hanya melihat pemandangan indah saja," kata General Manager Gunung Sewu UNESCO Global Geopark Budi Martono. "Tapi caring capacity-nya tidak terjaga dan lingkungan menjadi rusak."
Sejak ditetapkannya Gunung Sewu sebagai kawasan geopark, angka kemiskinan di sana diklaim menurun hingga empat persen. "Hasil ini akan dilaporkan kepada sidang UNESCO September mendatang di Rinjani kebetulan Indonesia jadi tuan rumah," ujar Budi.
(wk/zodi)