Koopssus TNI sendiri merupakan gabungan dari tiga pasukan elite yang sudah ada, yakni Satbravo-90 dari TNI AU, Satgultor-81 dari TNI AD, dan Denjaka dari TNI AL.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 30 Juli 2019 - 13:45 WIB
WowKeren - Panglima TNI Hadi Tjahjanto meresmikan Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI pada hari ini (30/7). Peresmian tersebut dilaksanakan lewat upacara di lapangan Satpamwal Denma Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
"Dengan mengucap bismillahirahmanirahim pada hari ini Selasa 30 juli 2019 pukul 08.15 WIB Komando Operasi Khusus, saya nyatakan diresmikan," tutur Panglima Hadi. Brigjen TNI Rochadi pun didapuk sebagai Komandan Koopssus.
Koopssus TNI sendiri merupakan gabungan dari tiga pasukan elite yang sudah ada, yakni Satbravo-90 dari TNI AU, Satgultor-81 dari TNI AD, dan Denjaka dari TNI AL. Sehingga bisa dibilang satuan ini merupakan "elite" dari para "elite".
Tugas dan fungsi Koopssus TNI sama dengan satuan elite dari tiga matra di TNI tersebut, yaitu penanggulangan terorisme. Namun, satuan baru ini berada dalam wadah Badan Pelaksana Pusat yang secara struktural komando langsung di bawah Panglima TNI. Panglima Hadi sendiri mengklaim bahwa satuan khusus ini memiliki keberhasilan tugas hampir 100 persen.
"Ciri dari Koopssus TNI seperti yang saya sampaikan adalah kecepatan dan kemungkinan hasil persentase mendekati 100 persen," jelas Panglima Hadi. "Kecepatan adalah ketika ada ancaman dari dalam maupun luar negeri, Panglima TNI langsung bisa memerintahkan untuk bergerak dengan cepat dengan tingkat keberhasilan sangat tinggi."
Menurut Panglima Hadi, Koopssus TNI memiliki 400 anggota surveillance dan satu kompi penindak. Panglima TNI sendiri, atas izin Presiden RI, dapat langsung menggunakan satuan tersebut apabila dibutuhkan.
"Kemudian kalau ada pertanyaan bahwa bagaimana dengan pasukan-pasukan khusus di 3 matra, secara materiil sama, adalah pasukan khusus," ungkap Panglima Hadi. "Namun kita tingkatkan lagi di tataran Mabes TNI, karena ancamannya juga berbeda karena ada ancaman dari darat, laut, maupun udara."
Tugas Koopssus TNI, tutur Panglima Hadi, adalah mengatasi terorisme yang mengancam kedaulatan bangsa. Oleh sebab itu, Panglima Hadi mengaku akan segera berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Polri terkait peran Koopssus tersebut.
"Tugas fungsi adalah penangkal, penindak, dan pemulih," pungkas Panglima Hadi. "Penangkalnya di dalamnya adalah surveillance, yang isinya intelijen, 80% kita laksanakan adalah surveillance atau observasi jarak dekat dan 20% penindakan. Sehingga intelijen ada di fungsi penangkalan."
(wk/Bert)