Harga Tanah di Kalteng Melonjak Tajam Pasca Ramai Isu Pindah Ibu Kota
Instagram/bambangbrodjonegoro
Nasional

Presiden Jokowi dan jajaran sempat mengisyaratkan akan memilih Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah sebagai lokasi Ibu Kota baru. Namun wacana ini masih dikaji lebih dalam.

WowKeren - Wacana pemindahan Ibu Kota ke luar Pulau Jawa terus dimatangkan oleh pemerintah. Kabar terbaru menyebut Presiden Joko Widodo telah menetapkan Pulau Kalimantan sebagai tujuan Ibu Kota baru.

"Iya, nanti diumumkan (pemindahan Ibu Kota Indonesia)," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, di acara Penyusunan Langkah Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Jawa-Bali 2020-2024, Hotel Shangri-La, Surabaya, Senin (29/7). "Pulaunya Kalimantan, provinsinya nanti (menyusul)."

Namun sebelumnya Bambang juga sempat membocorkan lokasi yang paling berpotensi menjadi Ibu Kota baru Indonesia, yakni Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Mencuatnya kembali isu ini pun membuat harga tanah di lokasi tersebut mulai merangkak naik. Bahkan saat ini harga tanah di Gunung Mas sudah mencapai empat kali lipat harga sebelumnya.

"Masyarakat sekarang banyak berbondong-bondong menjual tanahnya," kata Binartha, salah satu warga Gunung Mas, Selasa (30/7). "Karena harganya sedang naik empat kali lipat."

Dilansir dari Merdeka, awalnya satu kaveling tanah berukuran 20x30 meter dipatok harga Rp 10 juta apabila jauh dari pemukiman. Namun bila tanah tersebut dekat dengan pemukiman harganya menjadi Rp 25 juta.


Tetapi setelah isu pemindahan Ibu Kota ramai dibicarakan, harga satu kaveling tanah yang jauh dari pemukiman mencapai Rp 40 juta. Sedangkan harga tanah yang dekat dengan pemukiman mencapai Rp 100 juta.

Menanggapi situasi ini, Camat Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Sugiarto mengimbau agar warga tak ikut-ikutan tren tersebut. Pasalnya belum ada kepastian soal lokasi Ibu Kota baru.

"Lokasinya saja belum dipastikan titiknya, kok sudah pada jual beli," kata Sugiarto. "Nanti kalau salah kan rugi besar. Tidak usah beli-beli tanah dulu."

Sementara itu Kepala Bappenas Bambang menegaskan bahwa rencana pemindahan Ibu Kota ini bukanlah sesuatu yang baru. Bahkan rencana ini sebenarnya sudah digulirkan sejak era pemerintahan Presiden ke-1 RI Ir. Soekarno namun belum terealisasi hingga sekarang.

Oleh karena itu, Jokowi, kata Bambang, tak ingin rencana ini kembali terbengkalai di era pemerintahannya. "Presiden Jokowi menginginkan ini bukan hanya wacana, tapi konkret," tegas Bambang.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait