PDIP Soal Walkot Surabaya Risma Diboyong ke Jakarta: NasDem Kerjanya Manas-Manasi Saja
Nasional

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, mengaku bahwa rencana untuk memboyong Risma ke DKI telah digadang-gadang oleh PDIP sejak Pilkada 2017 lalu.

WowKeren - Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus, sempat terang-terangan mengungkapkan keinginannya memboyong Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ke Ibu Kota. Bestari menyebut Risma akan dapat mengatasi permasalahan sampah DKI.

Pernyataan Bestari tersebut ditanggapi santai oleh Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono. Menurut Gembong, pernyataan Bestari hanya sekadar upaya untuk "memanasi" dinamika politik saat ini.

"Ya kan memang NasDem kerjanya manas-manasi saja," terang Gembong dilansir CNN Indonesia pada Selasa (30/7). "Tidak apa-apa, dinamika politik aja itu. Tidak masalah."

Gembong sendiri mengaku bahwa rencana untuk memboyong Risma ke DKI telah digadang-gadang oleh PDIP sejak Pilkada 2017 lalu. Namun pihaknya ditolak oleh Risma.

"Sebenarnya kan sudah dari 2017 itu," tutur Gembong. "Tapi Bu Risma tidak mau."


Meski demikian, PDIP sendiri rupanya tak mau terburu-buru membicarakan sosok Risma untuk maju Pilkada DKI 2022. Pasalnya, Risma tenngah berfokus untuk menyelesaikan tugasnya sebagai Wali Kota Surabaya.

"Biar Bu Risma konsentrasi menyelesaikan pekerjaan di Surabaya," jelas Gembong. "Nanti ada saatnya partai akan memanggil kader-kader terbaik di Jakarta. Ada saatnya nanti."

Sebelumnya, Bestari menyampaikan "pinangannya" kepada Risma kala melakukan studi banding ke Kota Surabaya pada Senin (29/7). Bestari meminta Risma untuk datang ke Jakarta dan menyelesaikan persoalan sampah di Ibu Kota.

"Apakah Ibu Risma mau kita boyong ke Jakarta dalam waktu dekat?" tutur Bestari yang disambut oleh tepuk tangan para peserta studi banding di Ruang Sidang Balai Kota Surabaya. "Masalah sampah ini bisa terselesaikan kalau Pilkada mendatang Bu Risma pindah ke Jakarta."

Dalam studi banding tersebut, Risma sempat dibuat terkejut oleh anggaran pengelolaan sampah DKI yang mencapai Rp 3,4 triliun. Anggaran untuk pengelolaan sampah di Surabaya sendiri tak mencapai Rp 50 miliar.

"Kalau di Surabaya hanya menghabiskan dana Rp 30 miliar. Karena kita menghemat biaya-biaya yang tidak perlu," terang Risma. "Kita juga punya rumah-rumah kompos dan berhati-hati untuk menimbang sampah."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait