Galih Ginanjar belum lama ini memberikan surat permohonan maaf untuk sang mantan istri, Fairuz A. Rafiq. Menanggapi permintaan maaf itu, Fairuz justru memberikan jawaban menohok.
- Diah Candra Trisanti
- Rabu, 31 Juli 2019 - 00:05 WIB
WowKeren - Galih Ginanjar belum lama ini memberikan surat permohonan maaf untuk sang mantan istri, Fairuz A. Rafiq. Surat itu ditulis Galih di ruang tahanan Polda Metro Jaya.
Lantas, apa tanggapan Fairuz terkait hal tersebut? Rupanya permintaan maaf Galih dianggap terlambat oleh Fairuz.
Harga diri Fairuz telah diinjak-injak oleh Galih. Tidak heran jika Fairuz pun memberikan jawaban menohok untuk Galih.
"Terus sudah kayak gini nyesel baru minta maaf, terus kemarin ke mana?" ujar Fairuz saat ditemui WowKeren usai menghadiri acara HUT "Insert" ke-16 di Jakarta Selatan. "Itu jawaban aku (menanggapi permintaan maaf). Karena kalian enggak tahu apa yang aku rasain."
Fairuz mengingat kembali masa-masa dimana Galih menghinanya dengan julukan ikan asin. Gara-gara hal itu, Fairuz kerap bersedih dan menangis.
"Aku berusaha kuat untuk anak-anak, berusaha kuat untuk mama aku, aku cuma punya mama yang aku harus kuatin," lanjut Fairuz menahan tangis. Sang suami, Sonny Septian, yang berada di sampingnya pun berusaha menenangkan.
Kini, Fairuz memilih membatasi pertemuannya dengan media. Diakui Fairuz, ia takut jika air matanya mengalir lagi saat ditanya mengenai drama "ikan asin".
Fairuz tidak lupa meminta doa dari publik. Ia ingin kembali berjalan tegak bagi anak-anaknya. Selama ini Fairuz memang berusaha tegar menghadapi persoalan rumit itu.
"Aku cuma mohon teman-teman doain aku jadi wanita yang kuat," tambah Fairuz. "Bisa berjalan lagi tegak untuk anak-anak, semuanya, untuk suami. Karena aku kasihan juga. Suami aku akhirnya memotivasi aku terus tiap hari."
Drama "ikan asin" bermula saat Galih menjadi bintang tamu dalam tayangan vlog "Mulut Sampah" Rey Utami. Galih memberikan sindiran pedas bahwa bagian intim Fairuz berbau ikan asin.
Merasa tidak terima, Fairuz seketika melaporkan Galih. Kini, Galih ditetapkan sebagai tersangka.
(wk/diah)