Sebelumnya Gunung Tangkuban Parahu dikabarkan siap dibuka kembali pada Senin (29/7), namun rencana itu dibatalkan. Pasalnya sisa material abu vulkanik akibat erupsi masih belum sepenuhnya bersih.
- Elvariza Opita
- Rabu, 31 Juli 2019 - 15:00 WIB
WowKeren - Gunung Tangkuban Parahu baru saja "memuntahkan" muatannya pada Jumat (26/7) kemarin. Peristiwa itu sempat membuat gempar Indonesia lantaran Gunung Tangkuban Parahu sudah "tertidur" selama enam tahun. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Lima hari berlalu sejak erupsi terjadi, kini gunung yang terletak di Bandung, Jawa Barat itu disebut siap dibuka kembali. Informasi ini pun dibenarkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Melalui unggahan di akun Instagram-nya, @ridwankamil, Ridwan menyebut gunung setinggi 2.084 meter di atas permukaan laut itu siap dibuka untuk umum mulai besok, Kamis (1/8). Hal ini diputuskan setelah mendapat jaminan keamanan dan keselamatan bagi pengunjung.
"GUNUNG TANGKUBAN PARAHU sudah bisa dibuka lagi besok tanggal 1 Agustus 2019," tulis Ridwan sebagai caption unggahannya. "Jika semua persyaratan hari ini (31/7) dipenuhi."
Dilansir dari media Inilah, Ridwan telah meminta pengelola untuk memperbaiki sistem evakuasi di Gunung Tangkuban Parahu. Seperti dengan memperbaiki rute evakuasi maupun menyediakan papan informasi yang lengkap dan tersebar merata. Ridwan pun memerintahkan agar pengelola menuntaskan hal tersebut hingga Rabu (31/7).
"Bisa dibuka dengan syarat perbaikan-perbaikan, antara lain (perbaikan) rute-rute evakuasi lewat poster atau papan informasi harus dibuat dan selesai besok, lalu diperlihatkan ke saya," kata Ridwan. "Sehingga pengunjung bisa tahu ke mana harus bergerak bila ada kejadian serupa."
Ridwan juga meminta agar pengelola membuat grup komunikasi via smartphone. Hal tersebut untuk memudahkan komunikasi, khususnya dengan pihak yang berada di radius lima kilometer dari TWA Gunung Tangkuban Parahu.
"Lalu harus ada WA grup antara pengelola dengan Muspida dan Kepala Desa di radius lima kilometer," tuturnya. "Sehingga kalau ada kejadian lagi jangan seperti kemarin. Banyak yang tidak tahu (dan) malah tahunya dari viralisasi di medsos."
Tak hanya itu, Ridwan juga meminta pengelola untuk meninjau kembali harga tiket masuk Gunung Tangkuban Parahu. Pasalnya Ridwan mengaku banyak menerima masukan dari masyarakat.
(wk/elva)