Kepala Kesmavet Palangkaraya menyebut plastik kresek, terutama yang berwarna hitam, mengandung logam berat yang bisa berpindah ke bahan makanan yang dibungkus di dalamnya.
- Elvariza Opita
- Kamis, 01 Agustus 2019 - 12:17 WIB
WowKeren - Hari Raya Idul Adha akan tiba dalam beberapa hari. Menyongsong hari yang identik dengan kurban hewan tersebut, pemerintah mengimbau agar masyarakat menghindari penggunaan kantong plastik (kresek) hitam untuk membungkus daging.
"Ini penting diperhatikan, karena bahan daur ulang pembuatan kantong plastik hitam tidak jelas dari limbah atau dari apa," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DKPP Kota Palangkaraya, Sumadi, Minggu (28/7). "Sehingga kebersihan dan keamanannya tidak terjamin."
Menanggapi imbauan ini, beberapa wilayah sigap menyediakan alternatif. Salah satunya Jakarta Timur. Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur mensosialisasikan penggunaan kantong plastik ramah lingkungan berbahan dasar tepung tapioka atau pati singkong.
"Diimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di Jakarta Timur untuk menggunakan plastik biodegradable seperti ini," ujar Kepala Seksi Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 Sudin LH Jaktim, Wahyudi Rianto. "Atau kembali ke jaman dulu, pakai besek."
Wahyudi mengaku bersyukur karena kesadaran masyarakat Jaktim untuk "meninggalkan" plastik sudah tinggi. Namun, menurutnya, penerapan di lapangan masih memiliki sejumlah kendala. Terutama terkait dengan mudahnya kantong plastik hitam didapatkan di pasaran.
"Kendala kami untuk memasyarakatkan penggunaan plastik biodegradable ini adalah mendapatkannya agak sulit. Dan harganya juga lebih mahal," tuturnya, dilansir Suara Surabaya. "Mungkin tahun depan kami menganggarkan program penyediaan plastik ramah lingkungan atau besek untuk kurban."
Sementara itu Bupati Purwakarta, Jawa Barat, menyarankan panitia kurban untuk menyediakan dedaunan untuk membungkus daging kurban. "Nanti akan dibuat surat edaran berupa imbauan kepada panitia kurban agar tidak menggunakan plastik berwarna untuk membungkus daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat," kata Anne Ratna Mustika, Rabu (31/7).
Selain untuk mengurangi sampah plastik, imbauan itu juga untuk menjaga kualitas daging kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat. Untuk diketahui, kantong plastik berwarna, terutama kresek hitam, mengandung logam timbal (Pb).
Timbal sendiri diketahui bisa membahayakan kesehatan. Yang membuatnya lebih berbahaya, timbal di kantong plastik bisa berpindah ke makanan yang dibungkusnya, termasuk daging. Apalagi karena suhu daging yang hangat membuat timbal lebih mudah terserap.
Sebagai alternatif, Anne menyarankan panitia kurban bisa menggunakan daun pisang sebagai pembungkus daging. Atau di beberapa daerah Purwakarta, seperti Kecamatan Wanayasa, bisa menggunakan daun jati.
(wk/elva)