Orang tua Aurellia mengatakan bahwa kepergian anaknya memang pukulan berat namun keluarga berusaha ikhlas menerima kenyataan sehingga tak ingin membawa kasus ini ke jalur hukum.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 03 Agustus 2019 - 08:29 WIB
WowKeren - Seorang anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Tangerang Selatan Aurellia Qurrota Ain meninggal dunia pada Kamis (1/8). Orang tua Aurellia memutuskan tidak akan membawa kasus ini ke jalur hukum.
"Jadi harapan kami, ke depan, sampai detik ini," kata ayah Aurellia, Faried Abdurrahman, di rumah duka Cipondoh, Tangerang, Jumat (2/8). "Saya dan istri beserta keluarga, kami tidak berharap melakukan tindakan langkah hukum kepada institusi maupun oknum yang ada di tim pelatih Paskibraka ini."
Faried mengatakan bahwa kepergian anaknya memang sebuah pukulan berat namun ia dan istri berusaha untuk ikhlas menerima kenyataan. Oleh sebab itu, ia tak ingin jika jenazah anaknya diautopsi.
"Sekali lagi karena dari awal kita tidak ingin melakukan menempuh jalur hukum, apalagi untuk masuk lagi ke ranah autopsi," jelas Faried. "Kita juga kan nggak mungkin mau menyakiti lagi jasad anak kami. Kami berusaha untuk ikhlas meski berat. Tapi kita ada catatan-catatan yang harus diubah di sistem pelatihan yang harus mereka lakukan."
Faried mengatakan bahwa pada dasarnya tidak ada yang salah dengan sistem pelatihan yang sudah dibuat oleh purna-Paskibraka. Namun, ia menyinggung adanya oknum tertentu yang memang sengaja membuat latihan calon anggota Paskibraka menjadi lebih berat.
"Tidak ada salahnya, tidak ada yang salah dengan sistem yang sudah dibuat purna-Paskibraka Indonesia. Tapi oleh beberapa oknum yang latah dan berlebihan," tutur Faried. "Itu yang membuat pendidikan yang dijalani Aurel dan teman-temannya menjadi jauh lebih berat dari biasanya."
Menurutnya, apa yang terjadi pada Aurel bisa dijadikan sebagai evaluasi untuk ke depannya. "Sebetulnya ini juga dialami oleh capaska yang lain, tapi mungkin memang di momen itu Aurel-lah yang menjadi momentum untuk kita mengevaluasi sistem yang diberlakukan tim pelatih dan purna-Paskibraka Kota Tangerang Selatan," tutur Faried.
Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Aurel sempat dibawa keluarga ke rumah sakit. Ia merupakan salah satu calon anggota Paskibraka yang tengah menjalani pembekalan dan pelatihan di Yonkaf Tangerang Selatan.
(wk/zodi)