Saat ini tengah dilakukan studi kelayakan untuk proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya. Bersama JICA studi ini ditargetkan untuk rampung pada akhir tahun 2019.
- Wahyu
- Sabtu, 03 Agustus 2019 - 12:57 WIB
WowKeren - Pemerintah menyatakan jika studi kelayakan terkait proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya akan dirampungkan pada Desember 2019. Proyek ini dilakukan oleh Badan Kerjasama Internasional Jepang (Japan International Cooperation Agency) atau yang biasa disingkat JICA.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri menjelaskan jika studi kelayakan pada proyek tersebut masih berjalan. Karena itu hingga saat ini ia masih belum bisa memproyeksikan hasil dari studi tersebut. "Pihak Jepang sudah bekerja. Mungkin nanti akhir Desember 2019 baru bisa diidentifikasi struktur pembangunannya seperti apa," ungkap Zulfikri pada Jumat (2/8).
Zulfikri juga belum bisa memastikan berapa jumlah dana yang akan dibutuhkan untuk merealisasikan proyek tersebut. Sebelumnya pemerintah menargetkan dana sebesar Rp 60 triliun, namun ia menyebutkan jika kurang atau lebihnya dana akan diketahui setelah hasil studi yang dilakukan oleh Jepang diketahui.
Kepala Perwakilan Kantor JICA Indonesia, Shinichi Yamanaka mengatakan bahwa jika pemerintah menyetujui studi kelayakan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya, maka JICA akan membuat desain perencanaan rinci untuk diberikan kepada Kementerian Perhubungan.
Menurut Zulfikri pembangunan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya itu akan dimulai pada 2021 mendatang. Proses konstruksi dan pembangunan akan berjalan selama 2-3 tahun. "Pembangunan dilakukan pada 2021, operasionalnya dua sampai tiga tahun dari 2021 itu," jelasnya.
Pembangunan kereta semi cepat hasil kerjasama dengan Jepang ini nantinya akan dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama akan dilakukan untuk jalur Jakarta-Semarang, sedangkan tahap kedua untuk jalur Semarang-Surabaya akan dilakukan selanjutnya.
Dikatakan jika kereta semi cepat Jakarta-Surabaya nanti akan memiliki kecepatan 160 kilometer/jam yang jauh berbeda dari kecepatan kereta yang ada saat ini yang 90 kilometer/jam. Rencananya mesin yang digunakan pada kereta semi cepat tersebut adalah diesel multiple unit (DMU) tipe 1067.
(wk/wahy)