Pelaku tabrak lari yang hendak kabur ke arah Krian, Sidoarjo, itu berhasil dihentikan 2 anggota polisi yang mengendarai sepeda motor di wilayah Kecamatan Pungging.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 03 Agustus 2019 - 20:11 WIB
WowKeren - Media sosial dihebohkan dengan video pengejaran dan penodongan pistol anggota polisi ke pelaku tabrak lari di Mojokerto, Jawa Timur, pada Sabtu (3/8). Dalam video viral tersebut, tampak pelaku menggunakan mobil Fortuner berwarna putih dan berusaha kabur ke arah Krian, Sidoarjo.
Pelaku tabrak lari itu berhasil dihentikan 2 anggota polisi yang mengendarai sepeda motor di wilayah Kecamatan Pungging. Saat berhasil menghentikan pelaku, kedua anggota polisi langsung menodongkan pistol dan meminta pengemudi tersebut turun.
Meski demikian, upaya mengeluarkan pelaku dari dalam mobil sempat berjalan alot. Video penindakan polisi yang bak film action tersebut turut dibagikan oleh akun Instagram @mojokerto24jam.
Kepala Unit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Irwan Prakoso, menjelaskan pelaku memaksa kabur dengan kondisi ban depan kanannya pecah dan bodi mobil yang ringsek. Polisi yang mengejarnya pun menodongkan pistol lantaran khawatir pengemudi Fortuner ini juga pelaku tindak pidana yang bisa mengancam keselamatan mereka.
"Anggota menodongkan pistol ke pelaku karena dia salah sudah menabrak orang, dia ngebut membahayakan pengendara yang lain. Dia juga melawan tidak mau turun dari mobil," ungkap Irwan dilansir detikcom pada Sabtu. "Ditodongin pakai pistol karena melawan tidak mau turun dari mobil. Sampai ban pecah, kawat-kawatnya kelihatan. Kami duga pelaku tindak pidana."
Pelaku beserta mobilnya kini telah diamankan ke Satlantas Polres Mojokerto untuk dimintai keterangan. Irwan juga menyebut bahwa pelaku sempat dipukuli oleh warga yang geram atas aksinya. "Pelaku sempat dimassa sama warga, tapi sudah kami amankan," pungkas Irwan.
Diketahui, pelaku nekat kabur setelah menabrak seorang pengendara sepeda motor. Akibat kecelakaan itu, pengendara motor yang telah berusia 72 tahun tersebut mengalami patah kaki dan gegar otak ringan. Korban kini dirawat di RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari, Mojokerto.
(wk/Bert)