Wali Kota Surabaya Tri Rirmaharini memilih menggunakan ojek online demi hindari macet saat akan menghadiri Kongres V PDIP yang diadakan di Bali, 8-10 Agustus 2019. Ia tidak ingin datang terlambat untuk memenuhi undangan dari Megawati tersebut.
- Wahyu
- Kamis, 08 Agustus 2019 - 13:41 WIB
WowKeren - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terlihat menumpang ojek online demi menghadiri Kongres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang diadakan di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Kamis (8/8).
Risma yang merupakan kader PDIP tersebut memilih untuk naik ojek online dikarenakan kendaraan yang ditumpanginya terjebak macet dalam perjalanan menuju lokasi kongres tersebut. "Ya macet tadi. Macet jauh, jadi sudah jauh naik Go-Jek-nya," kata Risma ketika ditanya wartawan setibanya di Hotel Grand Inna Bali Beach.
Setibanya di lokasi Kongres, Risma yang duduk menyamping terlihat tengah melambaikan tangan kepada para peserta kongres dan awak media yang sudah menunggu kedatangannya. Wali Kota Surabaya tersebut juga dibantu untuk turun dari sepeda motor dan dilepaskan helmnya oleh sang pengemudi ojek online.
Setelahnya Risma disambut oleh sejumlah petugas termasuk seorang polwan yang memeluk erat Risma. Ia didudukkan di atas kursi roda dan didorong menuju lobi hotel lokasi kongres.
Risma juga sempat menjelaskan kondisi kesehetannya yang membaik ke wartawan. Namun ia tetap menggunakan kursi roda pada saat itu dikarenakan agar terhindar dari berdesak-desakan dengan orang lain yang nanti akan menyakiti kakinya yang sempat cidera.
"Enggak apa-apa sebetulnya. Cuma nanti kalau kena kakimu nanti sakit lagi kakiku. Enggak apa-apa aku bisa jalan kok, cuma kalau jauh masih susah," ujar Risma.
Seperti yang diketahui PDIP tengah menggelar Kongresnya yang kelima di Bali mulai tanggal 8-10 Agustus 2019. Sejumlah tokoh-tokoh negara turut diundang dalam acara tersebut seperti Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ma'ruf Amin, Prabowo Subianto dan masih banyak lagi.
Tak hanya itu sejumlah Kabinet Kerja Jokowi juga ikut menghadiri kongres tersebut. Dilaksanakannya kongres tersebut tak lain adalah untuk menentukan siapa yang akan menjadi ketum partai berikutnya serta membahas strategi partai untuk menyelaraskan program-programnya agar bisa berjalan selaras dengan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf untuk 5 tahun ke depan.
(wk/wahy)