Mendikbud Buka Suara Jawab Menkeu Sri Mulyani Soal Anggaran Pendidikan Banyak Tapi Minim Hasil
Nasional

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menilai bahwa ada banyak faktor mengapa anggaran dana pendidikan belum bisa memberikan hasil yang maksimal.

WowKeren - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menanggapi sentilan Menteri Keuangan Sri Mulyani soal kualitas pendidikan di Indonesia. Menurut Sri, kualitas pendidikan masih relatif rendah sehingga tak berbanding lurus dengan anggaran yang sudah dikeluarkan.

Terkait hal ini, Muhadjir mengatakan bahwa ada berbagai faktor yang menyebabkan besarnya anggaran pendidikan belum memberikan hasil yang maksimal. Terutama dalam hal peningkatan sumber daya manusia. "Banyak itu (penyebabnya), makanya ini sedang kita bicarakan dengan Menteri Keuangan," kata Muhadjir di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/8/).

Meski demikian, Muhadjir enggan menyebutkan satu per satu penyebab apa yang dimaksudnya. Namun yang pasti, ia sedang menyiapkan strategi agar pengelolaan anggaran lebih efektif lagi untuk tahun berikutnya. Dalam 10 tahun terakhir, tercatat anggaran pendidikan mengalami peningkatan mencapai 221 persen dari tahun 2009 sebesar Rp 153 triliun menjadi Rp 492,5 triliun di tahun 2019.


Adapun strategi pemanfaatan anggaran pendidikan juga dirancang bersama dengan Menteri Keuangan. Hal itu dilakukan agar alokasi dana pendidikan bisa benar-benar tepat sasaran untuk selanjutnya.

"Iya, sudah dua kali kita bertemu dengan Kementerian Keuangan, dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan dan saya mendampingi untuk merapikan struktur anggaran pendidikan, agar betul-betul tepat sasaran dan tidak salah guna," jelas Muhadjir. "Artinya tidak salah pemanfaatannya. Mudah-mudahan tahun depan sudah dirapikan."

Sebelumnya, Sri Mulyani menilai bahwa meskipun pemerintah sudah meningkatkan dana pendidikan, namun kualitas di sektor ini masih belum memenuhi ekspektasi. Padahal, Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengamanatkan agar sebesar 20 persen APBN dialokasikan sebagai dana pendidikan sejak 2009 lalu.

"Pendidikan mendapatkan alokasi tertinggi dalam APBN yang diamanatkan oleh konstitusi sebesar 20 persen," tutur Sri Mulyani di Jakarta pada Kamis (1/8). "Namun kami mengakui masih lemahnya kualitas dari pendidikan tersebut."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait