Sempat Kondusif, Massa Kembali Gelar Aksi di Kantor Walkot Sorong
Nasional

Sebelumnya upaya negosiasi sudah dilakukan oleh pemerintah setempat dengan perwakilan massa. Dalam tuntutannya, massa meminta agar ada jaminan keamanan bagi mahasiswa Papua di Jawa.

WowKeren - Indonesia baru merayakan hari jadi kemerdekaan yang ke-74 tahun, namun potret pertikaian justru terlihat di beberapa wilayah. Seperti diketahui, tindakan rasisme yang diterima sejumlah mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya pekan lalu berujung pada pecahnya kerusuhan di Manokwari kemarin, Senin (19/8).

Beruntung aparat keamanan berhasil membubarkan massa sebelum timbul kerusuhan yang lebih luas. Kerusuhan ini pun tak menimbulkan korban jiwa.

Namun situasi kondusif ini rupanya tak bertahan lama. Dilansir dari CNN Indonesia, kondisi keamanan di Kota Sorong, Papua Barat masih belum kondusif. Bahkan warga masih belum bisa beraktivitas karena blokade-blokade jalan belum dibuka.

"Massa belum membuka blokade jalan," kata jurnalis setempat. "Pegawai-pegawai di instansi pemerintah belum bisa masuk ke kantor."

Selain itu, massa juga disebut akan melakukan long march ke Kantor Wali Kota Sorong. Hal ini dilakukan demi melanjutkan aksi protes terkait insiden rasisme mahasiswa Papua di Jawa. "Rencananya aksi akan dilakukan pukul 10.00 WIT," katanya.


Untuk diketahui, aksi massa di Kota Sorong cukup berbeda dengan kota-kota lainnya. Pasalnya, massa di Sorong sampai nekat menduduki Bandara Domine Eduard Osok (DEO) dan merusak sejumlah fasilitas umum di sana. Akibatnya aktivitas penerbangan sempat lumpuh.

Namun aktivitas di bandara dikabarkan berangsur pulih. "Jadwal penerbangan mulai normal, sejumlah aparat keamanan menjaga ketat area bandara," terang sang jurnalis.

Demonstrasi di kota ini pun sempat menyasar Lembaga Permasyarakatan Sorong. Massa nekat membakar gedung Lapas dan berakibat dengan lepasnya ratusan narapidana.

Informasi ini pun dibenarkan oleh Kabah Humas Dirjen PAS Kemenkumham, Ade Kusmanto. Menurut Ade, peristiwa itu terjadi akibat adanya provokasi dari massa demonstran yang sedang melakukan aksi di luar Lapas Sorong.

"Betul, telah terjadi pembakaran dan penjebolan tembok lapas sehingga terjadi pelarian," kata Ade, Selasa (20/8). "(Total) isi lapas 547 (narapidana), tinggal (di dalam lapas) 289 (narapidana), di luar lapas 258 (narapidana)."

"Rangkaian kejadian situasi keamanan di Papua Barat berimbas pada Lapas Sorong," imbuhnya, dikutip dari Kompas. "Mereka (massa) melempari gedung lapas sehingga memprovokasi penghuni lapas, memicu emosi para narapidana."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait