Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya sedang menyelidiki akun-akun yang diduga memicu kerusuhan Papua, mulai dari Youtube, Facebook, hingga Instagram.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 20 Agustus 2019 - 15:46 WIB
WowKeren - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menemukan lima akun media sosial yang diduga terkait dengan aksi kerusuhan yang terjadi di Papua maupun Papua Barat. Akun tersebut diduga telah menyebarkan narasi yang tidak benar hingga berujung pada unjuk rasa di Papua.
"Ada lima akun, ya," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (20/9). Dedi mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan data terhadap akun-akun media sosial tersebut.
Dedi menilai bahwa kelima akun tersebut telah menyebarkan narasi yang tidak benar hingga bersifat memprovokasi orang-orang. "Viralkan narasi-narasi maupun video provokatif," ujarnya.
Selain akun Youtube dan Facebook, Dittipid Siber juga menganalisa akun Instagram yang juga diduga menyebarkan konten provokatif.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut aksi demo yang terjadi di Papua Barat dan Papua dipicu oleh insiden yang sebelumnya terjadi di Asrama Papua yang ada di Surabaya dan Malang. Namun, persoalan ini sudah bisa diselesaikan.
Namun menurutnya, ada oknum tertentu yang sengaja memanfaatkan momen tersebut untuk memicu kerusuhan yang lebih besar lagi. Atas dasar alasan inilah oknum itu mulai menyebarkan berita hoaks. Termasuk ucapan atau makian yang dialamatkan kepada mahasiswa Papua. Ada juga informasi yang menyebutkan bahwa ada satu mahasiswa Papua yang tewas di Surabaya.
Alhasil, hal ini membuat masyarakat Manokwari pun memanas hingga menggelar demo besar-besaran. "Muncul hoaks mengenai ada kata yang kurang etis dari oknum tertentu. Ada juga gambar seolah adik-adik kita dari Papua meninggal. Ini berkembang di Manokwari kemudian terjadi mobilisasi massa," kata Tito dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (20/8).
Kasus kerusuhan di Papua pun menjadi perbincangan ramai di media sosial. Warganet yang penasaran dengan kasus tersebut, berusaha menelisik lebih jauh untuk mengetahui oknum-oknum penyebar hoaks yang dianggap yang bertanggung jawab terhadap kerusuhan tersebut. Nama Tri Susanti yang disebut-sebut pernah dihadirkan sebagai saksi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pun juga ikut terseret.
(wk/zodi)