Saksi Prabowo-Sandi di Sidang MK Dituding Sebar Hoaks Soal Rasisme Mahasiswa Papua
YouTube
Nasional
Demo Rasisme Papua

Sebelumnya warganet sudah menggaungkan tagar #TangkapPermadiArya terkait dengan cuitan hoaksnya soal keterlibatan FPI dalam insiden rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.

WowKeren - Belakangan ini, isu rasisme tengah ramai dibicarakan di Indonesia. Pasalnya bermula dari rasisme inilah kerusuhan terjadi di sejumlah kota di Papua, yakni Manokwari, Jayapura, dan Sorong.

Kendati kondisi sudah kondusif, permasalahan ini masih menyita perhatian banyak pihak. Tak ketinggalan warganet "mengulik" lebih dalam kasus ini, termasuk mencari pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam menyebarkan berita bohong.


Untuk diketahui, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyatakan kerusuhan di Papua terjadi akibat adanya berita bohong yang beredar. Salah satunya soal ucapan atau makian yang dialamatkan kepada mahasiswa Papua serta kabar meninggalnya seorang mahasiswa dalam insiden pengosongan asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

Dugaan hoaks ini pun akhirnya menyeret seorang warganet dengan nama Permadi Arya. Pasalnya, lewat cuitan akun Twitter-nya @permadiaktivis, Permadi tampak menempatkan ormas Front Pembela Islam (FPI) sebagai provokator tunggal dalam insiden pengepungan tersebut.

Cuitan ini pun sukses membuat banyak warganet meradang. Alhasil tagar #TangkapPermadiArya kokoh berada di posisi dua trending topic Indonesia pada Selasa (20/8) pagi.

Tak berhenti di Permadi, kali ini "kekuatan warganet" sukses menyeret seseorang bernama Tri Susanti. Diduga wanita berkacamata inilah yang pertama kali menyebarkan kabar soal perusakan bendera merah putih yang menjadi cikal-bakal insiden pengepungan asrama.

"Setelah ditinggal, ternyata bendera tersebut dirobek, dimasukkan ke selokan, dan dipatah-patahkan," katanya dalam sebuah rekaman video. "Nah, inilah yang akhirnya menimbulkan amarah dari ormas dan masyarakat Surabaya."

Saksi Prabowo-Sandi di Sidang MK Dituding Sebar Hoaks Soal Rasisme Mahasiswa Papua

Twitter

Pernyataannya ini menjadi sorotan. Sebab berdasarkan hasil penyelidikan polisi, mahasiswa Papua tidak tahu-menahu soal rusaknya bendera di depan asrama mereka. Berikut penjelasan dari pengunggah cuitan.

"Polisi sudah memeriksa, ternyata tak ada bukti. pengrusakan bendera," tulisnya. "Jadi tolong siapapun termasuk ibu Tri Susanti jangan mengambil kesimpulan sendiri lalu menyebarkan info yang belom jelas."

Cuitan ini pun sontak menjadi sorotan. Kata kunci "Tri Susanti" langsung memasuki daftar sepuluh besar trending topic Indonesia dengan hampir dua ribu cuitan terkait.

Yang membuat warganet heboh, sosok Tri Susanti merupakan saksi yang dihadirkan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di MK. Kendati demikian, hingga kini, polisi belum menemukan motif politik di balik seluruh insiden yang terjadi.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts