Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ingin datang untuk berbicara secara langsung dengan para mahasiswa Papua untuk mengetahui akar persoalan yang terjadi.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 21 Agustus 2019 - 09:39 WIB
WowKeren - Mahasiswa penghuni asrama yang ada di Jalan Kalasan, Surabaya, masih menolak kedatangan semua tamu usai pengepungan dan penangkapan oleh polisi. Alhasil, pihak Pemkot Surabaya pun hanya bisa berkunjung di depan pagar.
"Tadi waktu saya ke asrama sempat ditemui dua mahasiswa Papua, tapi hanya di depan pagar asrama," kata Camat Tambaksari M. Ridwan dilansir dari Antara, Rabu (21/8). "Saya tidak diperbolehkan masuk."
Ridwan mengatakan bahwa para mahasiswa tersebut juga memasang spanduk penolakan untuk semua tamu di pagar. Padahal rencananya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan berkunjung ke sana. Hal itu bertujuan untuk menjalin komunikasi langsung dengan para mahasiswa Papua.
"Intinya mereka belum berkenan ada tamu, tidak menerima kunjungan apapun termasuk bu Wali (Risma)," lanjut Ridwan. "Kita tidak bisa memaksa. Itu hak mereka menolak."
Hal tersebut juga sudah dibenarkan oleh Risma. "Ya kebetulan saya nggak boleh, dilarang. Mereka masih belum mau bicara dulu sebelum aku ke sana," kata Risma usai pertemuan dengan Staf Khusus Kepresidenan Lenis Kogoya di rumah dinasnya Jalan Sedap Malam, Selasa (20/8).
Risma mengatakan bahwa dirinya hanya ingin melakukan pendekatan secara persuasif untuk mengetahui pokok permasalahan. Oleh sebab itu, ia akan meminta agar Lenis mau melakukan komunikasi tersebut.
"Iya memang seringkali beberapa kejadian terjadi di situ," ujar wali kota 2 periode itu. Ya makanya saya berusaha mendekat tapi mereka ndak mau. Nanti mungkin melalui Pak Lenis."
Sebelumnya, Risma mengatakan akan mendatangi asrama mahasiswa Papua tersebut. Namun karena ada agenda lain yang membuatnya sibuk, ia tidak bisa berkunjung ke sana pada Sabtu (17/8) lalu.
"Saya akan datang, kemarin itu kan 17 Agustus saya penuh (kegiatan)," tutur Risma di Jakarta Pusat, Senin (19/8). "Karena nggak bisa mereka masih ada di polisi dan saya penuh acara, saya harus ada purna paskribaka, saya juga pimpin upacara 17 Agustus, selama itu penuh."
(wk/zodi)